TANTRUM - Pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022. Pencabutan tersebut mulai 30 Desember 2022, sehingga penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah tempat umum pun tidak lagi diwajibkan.
Nantinya, aplikasi ini akan digunakan sebagai bank data kesehatan individu yang juga dapat dimanfaatkan untuk melihat kesehatan populasi dalam platform Satu Sehat.
"Nanti PeduliLindungi kita transformasikan ke platform Satu Sehat, di mana teman-teman yang punya bisa pakai, fungsinya bukan hanya vaksin dan scanning saja, tapi bisa tahu imunisasi anak yang sudah kita pakai apa saja, cek darah di laboratorium, general check up masuk, sampai video, CT scan, MRI masuk," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden Jakarta pada Senin.
Menurut Budi Gunadi, pemerintah sedang menyusun sistem pemerintahan berbasis elektronik melalui platform Satu Data Indonesia yang berisi data kesehatan, keuangan, sosial hingga sumber daya alam.
"Kami adalah subsektor, dibuat sistem teknologi namanya "Satu Sehat", bagian dari Satu Data. Kami diberikan deadline sampai 2023 agar semua fasilitas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, laboratorium, harus terintegrasi datanya ke Satu Sehat supaya bisa dimanfaatkan masyarakat," tambah BUdi Gunadi.
Artinya, kata Budi Gunadi, bila masyarakat membeli obat di apotek, data pembelian obat akan masuk ke Satu Sehat.
"Misalnya, pakai Apple atau Samsung Watch sudah langsung terintegrasi dan jadi milik individu, sekarang kan dimiliki fasilitas kesehatan. Nanti jadi milik individu, sehingga kalau dia sakit bisa share data ke dokter dan dokter bisa lihat record-nya seperti apa, wah rajin lari nih, jantungnya sehat, tapi beli obat di apotek untuk sakit perut," jelas Budi.
Ia menegaskan, dengan memiliki rekaman data kesehatan pasien langsung dari pasien tersebut, harapannya dokter jadi lebih cepat tahu penyakit pasien tersebut.
"Ini bisa digunakan oleh pemda, dinas kesehatan untuk memahami populatian health, kesehatan populasi di level desa, kecamatan, kabupaten kota, sehingga intervensinya lebih pas, spesifik berbasis data, efektif dan efisien," katanya.
Baca Juga: Nagita Slavina Beberkan Prinsipnya Pertahankan Pernikahan dengan Raffi Ahmad
Rencananya Satu Sehat selesai pada akhir 2023 dan tahun 2024 tinggal memanfaatkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Juara Baru Bersinar di Final MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo
-
Iftar Buffet Wyndham Opi Hotel Palembang Diskon 20 Persen, Ini Menu dan Paket Menginapnya
-
PTBA Serahkan Fasos dan Fasum, Dorong Permukiman Lebih Layak dan Tertata
-
Belajar AI Tanpa Ribet, Internet BAIK Festival Telkomsel Bikin Pelajar Jambi Level Up Skill Digital
-
7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
-
Cek Fakta: Benarkah Klaim Jokowi Resmi Jadi Wantimpres?
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Viral Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Parah, Metro Gempar
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Anggota DPR Soroti Pengeroyokan Sopir Truk oleh 5 Pegawai Bea Cukai di Batam