TANTRUM - PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) mencatatkan penyaluran kredit Rp11,2 triliun pada semester I 2023, melonjak 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp7,3 triliun.
“Pertumbuhan kredit berhasil dicapai berkat konsistensi manajemen menerapkan skema partnership lending dalam beberapa tahun terakhir. Bank Jago aktif membangun kolaborasi dengan sejumlah multifinance, perusahaan rintisan, teknologi finansial dan sejumlah institusi keuangan lainnya,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung.
Arief menjelaskan memaparkan, pertumbuhan kredit menghasilkan pendapatan bunga Rp984 miliar, tumbuh 40 persen secara tahunan (yoy). Sementara itu beban bunga naik 136 persen menjadi Rp152 miliar. Lonjakan beban bunga sejalan dengan tren di industri yang dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan sejak tahun lalu.
Di sisi lain, Bank Jago membukukan pendapatan berbasis komisi (fee income) yang mencapai 403 persen menjadi Rp92 miliar. Melonjaknya laju pertumbuhan kredit, dapat diimbangi dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 65 persen menjadi Rp10,9 triliun.
Dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai Rp7,2 triliun, melonjak 86 persen. Sedangkan deposito senilai Rp2,8 triliun, meningkat 30 persen. Komposisi DPK didominasi CASA dengan proporsi mencapai 71 persen.
Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dari penyaluran kredit berhasil menekan loan to deposit ratio (LDR) menjadi 111 persen pada akhir Juni 2023 dari posisi yang sama tahun sebelumnya 119 persen. Rasio intermediasi ini menunjukkan bank ekspansif dalam menyalurkan kredit namun tetap memperhatikan kecukupan pendanaan.
Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah (non performing loan/NPL) gross berhasil dijaga di level 1,2 persen dan NPL net di level 0,2 persen. Hal itu sejalan dengan panduan manajemen (guidance) pada awal tahun yang menyatakan bakal fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dengan neraca keuangan yang sehat.
Berbagai strategi ini berdampak ke perolehan laba bersih atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp41 miliar, tumbuh 40 persen secara tahunan. Adapun total aset melonjak 29 persen menjadi Rp18,8 triliun.
"Pada awal tahun ini, Bank Jago melakukan perjanjian pembiayaan bersama PT BFI Finance Tbk (BFIN) senilai Rp2 triliun," katanya.
Baca Juga: Obat Generik Kimia Farma Sumbang Pendapatan Rp1,07 triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei
-
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam
-
Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran
-
Siap Marathon? Ini 7 Film dan Serial Netflix Tayang Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur
-
Ramalan 3 Shio Paling Beruntung pada 2-8 Maret 2026, Siapa Saja?
-
Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto
-
IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik
-
Sony Pictures Siapkan Live-Action Astro Boy, Gandeng Sutradara Ghostbusters