Segala hal yang berkaitan dengan Gibran Rakabuming tengah ramai dibahas oleh publik. Terutama sejak dirinya ditetapkan sebagai cawapres dari Prabowo Subianto.
Mulai dari gaya kepemimpinan ketika menjadi walikota Solo hingga gaya hidupnya pun menuai banyak komentar. Terkini, gaya komunikasinya pun menuai penasaran dari publik yang menimbang untuk memilihnya atau tidak memilihnya.
Melalui perbincangan dengan Putri Tanjung beberapa bulan lalu, ternyata Gibran Rakabuming sempat membahas soal gaya komunikasinya sebagai seorang politikus.
Dilansir dari channel YouTube CXO Media pada Sabtu (28/10/2023), Gibran Rakabuming menjawab dengan santai soal gaya komunikasinya saat mendapatkan pertanyaan dari Putri Tanjung.
Menurut suami dari Selvi Ananda, gaya komunikasinya itu dinilai tidak menguntungkan semua pihak. Namun ia menegaskan bahwa hal itu justru menguntungkan masyarakat yang memang ia layani, bukan pihak media.
"Gaya komunikasi Mas Gibran yang menurut aku lumayan unik dan singkat itu justru menjadi barrier komunikasi atau justru menguntungkan, Mas, sebenarnya?" tanya Putri Tanjung.
"Ya mungkin tidak menguntungkan untuk temen-temen media sih," jawab Gibran.
Beda halnya dengan sudut pandang dari warga. Menurut Gibran, warga menginginkan komunikasi yang langsung dan berkesan cepat untuk menyelesaikan masalah yang ada.
"Tapi untuk warga sih mereka pengennya, ada masalah, kita selesaikan, ada masukan apa, oke kita selesiakan, itu aja," tegas Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Serba Cepat, Gaya Kepemimpinan Gibran Rakabuming di Solo Jadi Omongan: Nepotisme atau Relasi?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel