/
Selasa, 06 September 2022 | 12:14 WIB
Aksi mahasiwa mendemo kebijakan Jokowi menaikan harga BBM. Mahasiswa mengepung kantor DPRD Tasikmalaya, Senin (5/9/2022). (Instagram @tasiksociety)

Suara.Tasikmalaya.id – Gelombang aksi mahasiswa di daerah menolak naiknya harga BBM terus berlangsung, tak terkecuali di Tasikmalaya.
 
Mahasiswa secara bergelombang berdatangan ke kantor DPRD Tasikmalaya menolak kebijakan yang diputuskan Presiden Joko Widodo yang memilih membuat mahal BBM subsidi.
 
Saat aksi dilakukan sempat memanas hingga kelompok mahasiswa berjatuhan Ketika dihalau pihak kepolisian.
 
Setelah aksi berlangsung, puluhan mahasiswa langsung diangkut menggunakan mobil patroli untuk diantar pulang pada Senin (5/8/22).
 
Dalam aksinya, mahasiswa pengunjuk rasa menyuarakan penolakan terkait kebijakan Jokowi yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Secara tegas, mahasiswa meminta pemerintah meninjau ulang kenaikan harga BBM yang dianggap tidak tepat dan menyengsarakan rakyat.
 
Ketika demo berlangsung di depan Gedung DPRD Tasikmalaya, sempat terjadi dorong mendorong antara mahasiswa dengan polisi.
 
Sejumlah mahasiswa pun bertumbangan akibat kalah tenaga. Akan tetapi, mahasiswa yang tumbang langsung mendapat penanganan medis.
 
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery kepada awak media mengaku sudah memberlakukan masa aksi secara humanis.
 
"Kami tentu mengamankan aksi unjuk rasa rekan rekan mahasiswa tadi dengan humanis,” katanya. 
 
“Kami sampaikan pada anggota penanganan unjuk rasa (mahasiswa) harus humanis.,” katanya. 
 
“Alhamdulillah dijalankan anggota (polisi) di lapangan. Ada insiden kecil mahasiswa sakit saat aksi," ucapnya, Senin  (5/8/22) malam.
 
Kapolres mengatakan telah menurunkan sejumlah anggotanya untuk berjaga di lokasi demo.
 
Selain pengamanan, polisi juga bertugas membantu mahasiswa masa aksi yang kelelahan atau memerlukan pengobatan.
 
"Sejumlah mahasiswa terlihat dibopong dalam video yang beredar. Itu sudah ditangani dan pulang dalam keadaan sehat. Ternyata (mahasiswa yang viral) memang ada riwayat asma," tambah Suhardi.
 
Dalam menjalankan aksinya, mahasiswa tidak sendiri. Mereka berunjuk rasa dengan dukungan penuh dari warga.
 
Akan tetapi, masyarakat meminta agar aksi unjuk rasa mahasiswa tidak berakhir rusuh atau anarkis.
 
Selain itu, mereka berharap agar aksi mahasiswa tidak sampai memblokade jalan yang akan membuat semakin banyak yang dirugikan.
 
"Jangan blokir jalan. Kasihan pengendara yang mau lewat. BBM naik, jangan borong buang bensin gara-gara macet,” kata Sopian pengendara motor.

Load More