SuaraTasikmalaya.id - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai jika dalang dugaan pembunuhan berencana, Ferdy Sambo, bisa bebas.
Bahkan setelah bebas nanti, Ferdy Sambo dinilai Refly Harun masih bisa hidup enak lantaran memiliki aset
Dalam situasi terlilit jerat hukum dengan ancaman mati, dinilai sangat masuk akal jika Ferdy Sambo berusaha membebaskan diri dari hukuman berat tersebut.
"Masuk akal (upaya membebaskan diri) ya kalau sekarang ini. Sambo berusaha membebaskan diri dari hukuman yang berat. Paling tidak (ancaman hukuman) pasal pembunuhan berencana," kata Refly Harun.
Refly Harun menilai Ferdy Sambo tetap akan mendapat ancaman pasal pembunuhan berencana, tetapi dia menduga tidak akan sampai pada hukuman mati.
"Kalaupun masih tetap dikenakan pasal hukuman berencana, (Ferdy Sambo) hukumannya tidak hukuman mati,” kata dia.
“Tidak hukuman seumur hidup, tidak juga 20 tahun, tapi ya maksimal di bawah 20 tahun," kata Refly Harun.
Belum lagi kata dia, Ferdy Sambo kemungkinan akan mendapatkan adanya remisi.
Jika mendapat banyak remisi, Ferdy Sambo dikatakan Refly Harun bisa dipastikan bebas dalam 2 sampai 5 tahun.
Bukan itu saja, Refly Harun bahkan menyinggung soal aset yang diduga dimiliki Ferdy Sambo.
Refly Harun menilai, kekayaan Ferdy Sambo akan tetap bisa dipakai dan tidak akan habis, meski dirinya sudah bebas nanti.
"Dengan penguasaan aset yang begitu besar (dugaan kekayaan Ferdy Sambo), diperkirakan ratusan miliar atau triliunan. Sambo tetap bisa hidup enak," tuturnya.
Refly Harun juga melihat jika upaya untuk membebaskan Ferdy Sambo dari jerat hukuman mati sudah terlihat.
Mantan Staf Ahli Mahkamah Konstitusi itu menduga, jika upaya pembebasan Ferdy Sambo melibatkan banyak lembaga besar.
Dari sana Refly Harun menduga ada upaya yang terkesan didukung oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan.
"Upaya meringankan (Ferdy Sambo) gak tanggung-tanggung. Seperti didukung (diduga) oleh Komnas HAM, Komnas Perempuan yang memutar lagi lagu lama soal pelecehan," ucapnya.
Dan lagu lama tersebut dinilai Refly Harun diamini para penyidik, sehingga seakan menilai apa yang dilakukan Ferdy Sambo dibenarkan membunuh atas dasar kemarahan.
"Dan diamini juga (dugaan pelecehan) oleh pihak penyidik. Maka yang terjadi adalah Sambo pahlawan keluarga,” katanya.
“Membela kehormatan istrinya dengan membunuh Yosua (Brigadir J) yang telah (diduga) memperkosa atau melecehkan istrinya," kata Refly Harun.
Dengan melihat situasi perjalanan kasus saat ini, dia menilai jika motif pembunuhan Brigadir J sangat penting.
Berita Terkait
-
Bukan Suami-Istri, kok Bisa Istri Ferdy Sambo dan Kuat Maruf Sekamar, Brigadir J Sudah akan Dihabisi?
-
Tak Bisa Berkutik! Ternyata Ferdy Sambo Ngamuk Gara-Gara Wanita Ini Lapor Soal Sepak Terjang Brigadir J
-
Ada yang Panik sampai Usir Yoshua, Deolipa Yumara Sebut Dua Orang Ini yang Pertama Kali Ingin Singkirkan Brigadir J
-
Skakmat! Istri Ferdy Sambo Bisa Malu Soal Mengaku Diperkosa, Sosok Berpengaruh Ungkap Hal Tak Terduga
-
Minim Bukti Perkosaan Istri Ferdy Sambo, Jenderal Bintang Tiga Singgung Soal Naluri dan Kekuasaan Allah
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara