SuaraTasikmalaya.id – Jika benar adanya, maka Pendidikan di Kota Tasikmalaya akan tercoren dengan adanya bau garong di Lembaga tersebut.
Untuk membuktikan ada dugaan korupsi di Lembaga tersebut, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menggeledah Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya yang berada di Jalan Sutisna Senjaya (Sutsen), Kota Tasikmalaya, Senin (19/9/2022).
Dugaan sementera, pihak jaksa memeriksa kemungkinan ada tindak kejahatan di Program Indonesia Pintar (PIP).
Kasie Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Hasbullah mengatakan, pemeriksaan dilakukan terkait kasus tersebut.
“Penggeledahan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Tasikmalaya. PIP untuk siswa-siswi SMA atau SMK di wilayah Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020,” ucapnya seperti dikutip dari Harapanrakyat.com--jaringan Suara.com
Sementara yang dilakukan dalam penggeledahan, pihak kejaksaan menyita barang bukti sejumlah dokumen dari KCD Tasikmalaya.
Penggeledahan yang dilakukan tim penyidik untuk kepentingan penyidikan.
Ada dua koper besar terlihat diangkut dari lantai dua KCD Tasikmalaya oleh tim penyidik.
“Pihak KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya kooperatif selama proses pemeriksaan dokumen hingga penyitaan,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 12 orang saksi sudah diperiksa dalam kasus tersebut, Rabu (7/9/2022).
Tujuh orang di antaranya berasal dari sekolah, sementara 5 orang lainnya merupakan pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Sumber: SuaraJabar.id
Berita Terkait
-
Terkesan Melambat, Bagaimana Kelanjutan Kasus Dugaan Korupsi SMKN 1 dan SIMRS RSBP Batam?
-
Disdamkartan Bontang Dilaporkan Atas Dugaan Korupsi BBM ke Polres
-
Status Honorer akan Disingkirkan Rezim Jokowi, Jeritan Nakes di Tasikmalaya Minta Kejelasan
-
Geger! Kabar Wali Kota Tasikmalaya Minta Donasi ke PAUD dan Yayasan, Muhammad Yusup Beri Penjelasan Begini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut