SuaraTasikmalaya.id - Kekalahan Arema atas Persebaya dan keputusan polisi menembakkan gas air mata harus dibayar mahal.
Ratusan suporter Arema, Aremania dinyatakan meninggal dunia saat terjadi kerusuhan besar di Stadion Kanjuruhan usai Arema dikalahkan Persebaya dengan skor 2-3.
Kemarahan suporter ini terlihat ketika skor pertandingan belum berubah dalam tujuh menit babak tambahan waktu.
Satu persatu dari suporter memperlihatkan kemarahan atas kekalahan itu. Mereka kemudian dikatakan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta mulai masuk ke dalam lapangan.
Tujuan Aremania masuk ke lapangan dikatakan Irjen Pol Nico Afinta, adalah melampiaskan kekecewaan atas kekalahan Arema.
Mereka mencari pemain dan official Arema untuk mempertanyakan kenapa klub kesayangannya terpuruk.
Kemudian dari sana dikatakan Irjen Pol Nico Afinta, suporter mulai anarkis.
Suporter mulai berdesakan, ditambah adanya penembakan gas air mata yang akhirnya berujung tragedi mengerikan.
Tragedi memilukan tersebut berakhir dengan 127 nyawa orang melayang, yang dua di antara korban tewas adalah anggota Polri.
"Dalam peristiwa di Kanjuruhan 127 orang meninggal dunia. Dua anggota Polri. Meninggal di stadion ada 34, sisanya di rumah sakit saat upaya proses penolongan," kata Nico.
Selain itu ada 180 orang masih dalam proses perawatan dan dilakukan upaya penyembuhan.
Dalam tragedi mengerikan itu, Nico lantas menduga satu di antara penyebab jatuhnya korban lantaran kehabisan oksigen akibat berdesakan.
"Suporter (Aremania) keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu 10 atau pintu 12," katanya.
"Di saat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kekurangan oksigen," sebutnya.
Dia mengatakan saat kejadian, tim gabungan sudah melakukan upaya pertolongan dan evakuasi ke rumah sakit.
Berita Terkait
-
13 Tragedi Kelam dalam Sepak Bola Dunia, Peristiwa Berdarah di Kanjuruhan Malang Salah Satunya
-
Sepakbola Indonesia Berduka! Krisdayanti: dari Lubuk Hati Terdalam Saya Turut Berduka Cita Sedalam-dalamnya
-
Manajemen: Arema FC Turut Bertanggung Jawab Untuk Penanganan Korban Baik yang Telah Meninggal Dunia dan yang Luka-luka
-
Ngeri! 127 Orang Tewas dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, 180 Orang Masih Jalani Perawatan
-
RATUSAN TEWAS DI KANJURUHAN, Kapolda Jatim Bicara Soal Tembakan Gas Air Mata ke Aremania, Sebut Biang Kerusuhan Kekalahan Arema dari Persebaya
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Mitsubishi New Xforce Resmi Meluncur, Pakai Hybrid Generasi Terbaru
-
Madura United Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo, Siap Perkuat Lini Belakang
-
Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Cepat Bertambah di Jakarta, Isi Daya Hanya 15 Menit
-
Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung
-
Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
-
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
-
Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara
-
Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z
-
Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?