SuaraTasikmalaya.id - Duka dan kengerian neraka Kanjuruhan di tangan aparat menggetarkan dunia.
Seluruh penggila sepakbola ikut berduka dan menyesalkan tentang keberingasan aparat dalam memperlakukan suporter.
Dengan klaim keamanan maksimal sebelum masuk tribun stadion, penonton paling maksimal hanya 'bersenjata' botol, dan tiang-tiang bendera.
Beda halnya dengan aparat yang berjaga. Mereka sudah mendapat senjata, pentungan, gas air mata, anjing khusus yang terlatih untuk mengendalikan massa.
Belum lagi para aparat yang bertugas mendapat cuan, mereka tentunya terlatih bagaimana memanusiakan manusia di tengah kerusuhan.
Pemandangan itu sangat berbeda ketika Kanjuruhan bergetar dengan aksi arogansi aparat.
Seluruh kemampuan mereka digunakan untuk mengusir, yang akhirnya melumpuhkan.
Bahkan ada ratusan orang meninggal akibat mereka mengerahkan semua kemampuan senjata semacam pentungan dan gas air mata yang jelas-jelas sudah dilarang FIFA.
Dan dampaknya sangat luar biasa. Nama Indonesia mendunia bukan karena prestasi, tapi arogansi aparatnya.
Getaran Kanjuruhan juga tiba di Bayern Munich. Fans Bayern Munich menunjukkan simpati dan solidaritas terhadap suporter Arema FC, Aremania.
Mereka haru dan berat mengangkat kepala mengingat dan mengenang tragedi Kanjuruhan saat mendukung Die Roten di Champions League, Rabu (5/10/2022).
Dalam pertandingan Bayern Munich vs Viktoria Plzen, suporter Bayern Munich membentangkan spanduk raksasa bertuliskan pesan kritik terhadap aparat keamanan dalam tragedi Kanjuruhan.
Spanduk raksasa yang dibentangkan fans Bayern Munich di tribun penonton itu bertuliskan "Lebih 100 Orang Dibunuh Polisi. Kami Mengenang Orang-orang yang Meninggal di Kanjuruhan."
Apa yang dilakukan fans Bayern Munich semakin menambah kental dukungan insan sepakbola dunia.
Insiden mengerikan yang terjadi pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) itu, benar-benar jadi etelase aparat Indonesia.
Fans Bayern Munich membentangkan spanduk berisi protes terhadap aparat.
Berita Terkait
-
Ade Armando Sebut Aremania Pangkal Masalah, Bintang Emon Senggol Tokoh Paling NKRI Itu dengan Sebutan Menjijikan
-
Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu
-
Gerak PSSI Lebih Cepat dari Timsus dan Polri, Anak Buah Iwan Bule Vonis Security Bersalah Atas Ratusan Nyawa Melayang di Kajuruhan
-
5 Gerakan Mahfud MD Hasil Rakor dengan Pihak Terkait Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Masak Praktis Kian Jadi Kebutuhan, Air Fryer Tak Lagi Sekadar Alat Goreng Tanpa Minyak
-
7 Zodiak Paling Dominan saat Berdebat, Argumen Sulit Dikalahkan Lawan
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Hossam Hassan Ngamuk Mesir Dicurangi, Ada Skenario FIFA Untuk Messi?
-
Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter
-
2 Mahasiswa di Medan Ditangkap Diduga Edarkan Ganja, Pemasok Diburu
-
Pengedar Sabu Tiga Kilogram Dari Palopo Ditangkap di Kolaka
-
3 Sepatu Lari BRODO Terbaik untuk Pemula, Sesuai Klaim dan Review Pengguna
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi
-
Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD