SuaraTasikmalaya.id - Polisi telah berhasil mengamankan sosok perempuan yang diduga telah menghina Dewi Perssik, perempuan tersebut diketahui berinisial W.
Didatangkan dari Bangka;an, W dipertemukan langsung oleh Dewi Perssik di Polres Metro Jakarta Selatan pada, Jumat (4/11/2022) lalu.
Dalam pertemuan tersebut Dewi Perssik menanyakan alasan W melayangkan fitnah yang menyakiti hatinya dan keluarga besarnya.
Dewi Perssik menceritakan bahwa perempuan tersebut hanya sekedar membuat konten karena isu yang sedang ramai.
“Aku tuh nggak sekolah. karena lagi ramai, jadi aku cuma ikut-ikutan ngomong aja,” terang Dewi Perssik berdasar pengakuan W.
Sementara itu, kuasa hukum Dewi Perrsik, Sandy Arifin menyebutkan bahwa W ternyata mengidolakan DP dan ingin bertemu dengan Dewi Perssik.
“Dia sebenarnya bukan pendukung salah satu artis, tapi dia memang mengidolakan mbak dewi, dia ingin sekali bertemu,” ungkapnya seperti dikutip dari kanal YouTube Indosiar, Minggu (6/11/2022).
Meskipun W mengaku sebagai penggemar dan mengundang rasa iba, Dewi Perssik diketahui belum membuat keputusan terkait menempuh jalan damai atau melanjutkan kasus tersebut.
Dewi Perssik menyebutkan bahwa dia menunggu keputusan dari pihak keluarga, karena pihak keluarga yang meminta sosok penghina dirinya dilaporkan ke Polisi.
Hal tersebut ia ungkapkan karena, fitnah yang dilontarkan oleh beberapa oknum tersebut tidak hanya melukai dirinya namun juga keluarganya.
‘Keluarga yang meminta melaporkan, makanya aku bertindak tegas, bahwa ini pelajaran sebenarnya,” papar Dewi Perssik.
Sebelumnya Dewi Perssik juga mengungkapkan bahwa ia tidak bisa membendung air mata saat dipertemukan dengan sosok yang menghina dirinya.
Ia merasa kasihan dengan W lantaran kondisi W yang sedang tidak baik, sebelum datang memenuhi panggilan, W dikabarkan mengalami kecelakaan saat menghindari polisi yang kemudian mengakibatkan kakinya bengkak.
Melihat kondisi W dengan kaki bengkak tersebut Dewi Perssik merasa kasihan dan tak kuasa menahan air mata.
“Dia itu sempat kabur dari pihak berwajib. Ada polisi kan, beliaunya kabur naik motor lalu nabrak apa nggak tau, habis nabrak, kaki sebelah kanannya bengkak. Dia nangis-nangis, saya jadi ikutan nangis,” tutur Dewi Perssik.
Setelah bertemu dengan sosok perempuan yang memfitnah dirinya, Dewi Perssik merasa dilema.
“Secara kemanusiaan jujur aku nangis tadi, nangis antara tega sama nggak tega gitu, kalau misalkan aku tega memenjarakan pasti itu akan menjadi beban moral untuk saya, kalau saya nggak tega takutnya dia berulah lagi,” papar Dewi Perssik.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Andi Sudirman Gaungkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 18-23 Agustus 2026, Siap-siap Panen Hoki Sepekan
-
Putra Pejuang Ungkap Makna di Balik Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok
-
Konflik AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Ditutup Naik 2 Dolar AS
-
Bukan untuk Merayakan, Hari Ini BEM UI Demo di Bundaran HI Bawa 8 Tuntutan
-
Demo 18 Agustus 2026 di Mana? Cek Lokasi Aksi Mahasiswa di Jakarta
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
-
Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek Jadwal Libur Setelah HUT RI ke-81
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu