SuaraTasikmalaya-Gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika terhadap suaminya yang merupakan anggota DPR RI, H Dedi Mulyadi, melambungkan kedua namanya di tengah masyarakat Indonesia. Pamor keduanya yang sebelumnya asing terdengar di telinga masyarakat, kini kian populer karena terus dibincangkan dari mulai rakyat jelata hingga terdengar ke istana negara.
Bahkan perseteruanya hingga saat ini masih menjadi buah bibir dan santapan para pemburu berita. Baik dilakukan media mainstream maupun penggiat media sosial.
Hal itu mengingat pisah ranjang kedua pejabat itu masih menjadi trending topic dengan traffic yang terus menanjak. Tentunya kondisi ini sangat menguntungkan jika dilihat dari kacamata politik. Apalagi memasuki tahun politik pada tahun 2024 mendatang.
Keduanya tidak akan terlalu cape dalam meningkatkan popularitas, ketika akan berkompetisi kembali baik di Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun di Pilkada Serentak 2024.
"Terlepas dari prahara rumah tangga yang menimpa Ambu Anne dan Kang Dedi yang tak kunjung usai, dari sudut pandang politik kondisi ini menguntungkan keduanya," kata pemerhati kebijakan publik asal Majalengka Ja'alussalam.
Menurut dia, di antara deretan kunci untuk memenangkan pesta demokraksi lima tahunan setidaknya para kandidat harus memiliki elektabilitas (keterpilihan) yang tinggi, popularitas dan figur. Disamping tim sukses (timses) dan materi kampanye yang menyentuh hati pemilih. Untuk tergerak menjatuhkan pilihannya pada saat pencoblosan di bilik suara.
"Diakui atau tidak. Sejak gugatan cerai oleh Bupati Purwakarta nama Anne kian populer di mata publik. Strategi ini terbilang jitu, karena masyarakat maupun netizen terus memantau perkembangan berita tersebut. Hasilnya, nama Anne yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat Purwakarta, kini warga lainnya di tanah air ikut mengenalnya,"ucap mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Bandung ini.
Langkah ini, lanjut dia, terbilang sukses. Karena secara tidak langsung, nama Bupati Purwakarta mendadak menjadi bak seorang artis ternama. Terlebih selain menjadi kepala daerah, wanita kelahiran 28 Januari 1982 itu, memiliki paras yang cantik rupawan. Karena memang ketika masa lajangnya, merupakan mantan ajang mojang Purwakarta 2021.
"Jadi kalau misal Ambu Anne ingin maju kembali di Pilkada 2024, setidaknya ia sudah cukup punya modal popularitas. Termasuk juga Kang Dedi namanya kian beken, disamping kapasitas dia sebagai anggota DPR RI, budayawan dan kini bergelut menjadi Youtuber,"tutupnya.***
Baca Juga: Dedi Mulyadi Buka Rahasia: Pananyaan Ambu Anne Banyak, Ada Juga yang di Banten
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Sepatu Hoka Bondi Cocok untuk Apa? Ini 3 Seri Terpopuler Lengkap Harganya
-
Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG
-
Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?
-
Manchester United Rekrut Andrey Santos dari Chelsea, Rogoh Kocek Rp1,05 Triliun!
-
Legenda Barcelona Rafael Marquez Jadi Pelatih Timnas Meksiko
-
Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko
-
Gunung Kawi Terkenal dengan Apa? Ini Daya Tarik Alam, Mistis, dan Spiritual
-
TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan
-
Bukan Bengkel Perbaikan! Pesantren Tak Bisa Gantikan Peran Orang Tua
-
Aksi Berjalan di Atas Bara Api Warnai Perayaan Shejit Dewa Bumi di Bekasi