SuaraTasikmakaya-Popularitas dan elektabilitas bakal calon Presiden RI, H Anies Baswedan terus menanjak. Kondisi ini jelas menjadi ancaman besar bagi lawan-lawan politiknya yang berusaha menikamnya. Agar mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak mencalonkan diri, atau kalau memaksakan maju, harus layu sebelum berkembang.
Langkah penjegalan itu pun dilakukan oleh pihak pihak yang merasa iri, ketika melihat sepak terjang anggota Korps Alumni HMI (KAHMI), yang kian disukai rakyat Indonesia.
Sehingga tidak terlalu berlebihan, ketika mantan Menteri Pendidikan di era Presiden Joko Widodo ini, saat menyapa rakyat Indonesia langsung dihadang dengan beragam modus operandi. Anehnya, meski dihantam beragam isu negatif dari berbagai penjuru mata angin, mantan Rektor Universitas Paramadina ini tetap tenang dan membalasnya dengan senyuman.
Kalau diumpamakan, rivalnya ingin membakarnya dengan api, Anies membalas dengan air. Keburukan dibalas dengan kebaikan. Kondisi itu setidaknya tercermin saat pria kelahiran 6 Mei 1969 melakukan safari politik ke pelosok negeri. Bahkan pemilik nama lengkap Anies Rasyid Baswedan ini memberikan jawaban yang menohok bagi kelompok-kelompok masyarakat yang membencinya.
"Kegiatan silaturrahmi yang saya lakukan di berbagai daerah di tanah air ini, bukan kampanye jelang Pilpres 2024. Tapi ini hanya silaturrahmi dan itu hak sebagai warga negara," tegas ayah empat orang anak ini, usai bertemu dengan relawan Partai Nasdem di Makassar belum lama ini.
Masih dikatakan mantan Gubernur DKI Jakarta dengan segudang prestasi ini, kegiatan berkumpul dan berserikat telah dijamin oleh konstitusi. Karena ini bagian dari negara demokrasi, yang mana negara wajib melindungi warganya yang berserikat dan berkumpul.
"Kebebasan berserikat dan berkumpul itu di lindungi undang-undang. Jadi ini berlaku bukan hanya untuk saya, tapi siapapun warga Indonesia lainnya,"pungkasnya.*
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung