/
Selasa, 27 Desember 2022 | 17:13 WIB
Kedua mempelai sudah mengenakan kostum pernikahan namun gagal melangsungkan akad nikah (tik tok)

SuaraTasikmalaya-  Duh, gagal nikah gara-gara kurang uang Rp 700 ribu, zaman sekarang memang materialistis, Setelah Yessy Purwakarta minta sertifikat tanah dan gagal menikah. Ini terjadi di Palembang Sumetera Selatan.

Pihak calon mempelai pria sebenarnya sudah menerima takdir harus gagal nikah dengan wanita idamannya. Namun kini masalahnya uang mahar Rp 35 juta dan Emas w suka (13,5 gram) belum dikembalikan keluarga mempelai wanita.

Seperti diberitakan masalah ini sebenaranya dipicu oleh calon pengantin lelaki yang merasa direndahkan. Dia merasa  tersinggung karena calon istrinya membentak sang ibu gegara masalah uang tambahan yang kurang Rp 700 ribu. 

Padahal keluarga pihak lelaki sudah memberi uang tambahan sebesar Rp35 juta serta emas 2 suku (13,5 gram) sesuai dengan permintaan calon pengantin perempuan sebagai mahar.

Uang tambahan yang diminta, dijanjikan oleh pihak lelaki untuk dibayar secara mencicil, lantaran mereka tak punya lagi uang pegangan.

Namun, calon pengantin perempuan malah marah, dan membentak calon mertuanya, sambil mengancam akan membatalkan pernikahan jika uang tambahan yang dimintanya masih kurang.

Tersinggung karena sang ibu dibentak oleh perempuan yang belum resmi menjadi istrinya, calon pengantin lelaki yang diketahui bernama Anjas itu pun memutuskan untuk membatalkan pernikahan di H-1. 

Keluarga Anjas mengaku sakit hati dengan perlakuan calon menantunya, kemudian meminta uang yang sudah diberikan untuk dikembalikan.    pihak perempuan justru tak mau mengembalikan uang dan malah kabur

Rumah calon istri Anjas yang berada di Desa Belambangan Kecamatan Pengandonan Kabupaten OKU Sumatera Selatan tampak kosong.

Baca Juga: Profil Pemilik Mixue Zhang Hongchao, Sempat Bangkrut Kini Kedainya Menjamur di Dunia

Berita ini pun langsung mendapat perhatian dari warganet. Tak sedikit warganet yang yakin bahwa perempuan tersebut sebenarnya tidak ada niat sama sekali untuk menikah, melainkan hanya untuk menguras uang dari pihak lelaki.

Load More