SuaraTasikmalaya.id - Konsumsi minuman keras oplosan mengakibatkan 2 pemuda di Tasikmalaya tewas dan 3 lainnya dalam perawatan.
Hal ini terjadi di Kampung Pasir Panjang Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan saat konferensi pers mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan tersanga MF (24) seorang mahasiswa yang merupakan warga Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.
"Awal terjadinya hari Sabtu tangan 28 Januari 2023, sekitar jam 18.30 WIB. Pada saat itu tersangka MF meracik miras oplosan, kemudian meminumnya dengan 5 rekannya," ungkapnya.
Kapolres menjelaskan, dari pengakuan tersangka MF, ia miras belajar dari Internet. Saat itu ia meracik Etanol 96 persen dicampur dengan kratingdaeng, obat batuk dan coca-cola.
"Korban meninggal adalah MS dan AL sedangkan AD, IM dam RV (dua laki-laki dan 1 perempuan) masih dalam perawatan di RSUD Dr Sukardjo dan kondisinya semakin membaik," tuturnya.
Untuk korban MS meninggal di RSUD Dr Sukardjo pada Minggu (29/1/2023) dan korban AL meninggal dunia pada esok harinya Senin (30/1/2023) saat menjalani perawatan di puskesmas Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.
"Diakui pelaku MF, dia membeli Etanol secara online seharga 83 ribu per liter, sedangkan oplosan lainnya disediakan oleh rekannya," terangnya sebagaimana dikutip dari akun Tiktok @polsektelukjambe.
Selanjutnya saat mereka berkumpul disebuah kontrakan, pelaku meracik miras kemudian meminumnya dengan kelima rekannya.
Baca Juga: Tindaklanjuti Sidak di Juanda Pekan Lalu, Hari Ini Kemnaker Pulangkan 36 CPMI Asal NTB
Namun tak disangka, pada hari Minggu ada satu rekannya mulai merasakan gejala sakit perut, mual dan muntah.
"Pengakuan pelaku kepada penyidik, dia ini bisa meracik oplosan sejak tahun 2015, dan baru kali ini sampai memakan korban," sambung Kapolres.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo meminta warga agar tidak mendekati semua jenis minuman beralkohol
"Dihimbau kepada masyarakat jangan tergoda minuman keras karena tidak baik bagi kesehatan, apalagi miras tersebut adalah miras oplosan yang tentunya tidak sesuai dengan standar sanitasi pangan," tutur Ibrahim Tompo.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Drama Korea More Than Friends: Lelah Menunggu Sampai Akhirnya Disambut
-
3 Pilihan Maskara Viva Cosmetics Mulai Rp43 Ribu, Bikin Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite
-
Apakah Hewan Kurban Boleh Betina? Ini Ketentuannya dalam Islam
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
-
Hancurnya Hati Suami Gerebek Istri Selingkuh, Anak yang Dibawa sampai Tendang Lemari
-
vivo S2 Bakal Hadir Lagi? Seri HP Mid-Range Legendaris Ini Dirumorkan Comeback pada 2026
-
Gunung Dukono Meletus Berapa Kali? Ini Riwayat Erupsi Gunung Api Aktif di Halmahera
-
8 Karier dan Pekerjaan Terbaik untuk Zodiak Gemini, Sesuai dengan Kepribadiannya
-
Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica