/
Jum'at, 17 Februari 2023 | 19:44 WIB
Bentrok antara suporter PSIS Semarang dengan aparat kepolisian di luar Stadion Jati Diri. ((Instagram @ligasatu))

SuaraTasikmalaya.id - Baru dua hari menjadi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir langsung dihadapkan dengan bentrok suporter dengan aparat kepolisian.

Dilaporkan terjadi bentrokan antara suporter PSIS Semarang dengan aparat kepolisian.

Bentrok dan rusuh terjadi di Jumat sore di luar Stadion Jati Diri Semarang. Polisi menembakkan gas air mata kepada suporter yang rusuh.

Dilansir dari situs resmi PSSI, bentrok terjadi karena para suporter Mahesa Jenar bersikeras ingin menonton langsung laga PSIS Semarang vs Persis Solo.

Padahal sesuai kesepakatan pihak keamanan dan Panpel, serta kedua tim, Derby Jawa Tengah itu berlangsung tanpa penonton.

Begitu bentrok terjadi, Ketua Umum PSSI langsung bergerak cepat.

Dilansir dari pssi.org, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan aparat, panitia pelaksana, serta manajemen PSIS Semarang dan Persis Solo.

Hal ini menyusul terjadinya kekisruhan di luar Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat, 17 Februari 2023.

"Saya sudah berkomunikasi dengan pihak aparat, panpel, dan manajemen kedua tim. Saya meminta kepada seluruh pihak untuk tenang," ujar Erick di Jakarta.

Baca Juga: 72 Ribu Siswa Sudah Bisa Cetak Kartu Peserta SNPMB 2023, Pendaftaran Ditutup 11 Hari Lagi!

"Saya minta para suporter dan aparat untuk tenang dan sama-sama berpikir jernih, niat kita sama untuk sepakbola yang aman dan nyaman untuk semua," lanjut Erick.

Laga PSIS Semarang vs Persis Solo sendiri berakhir dengan skor 1-1. (*)

Load More