Suara Tasikmalaya.id- Jejak digital Mario Dandy Santoso mulai diulik netizen, bahkan anak eks pejabat Ditjen Pajak yang telah dicopot Menkeu Sri Mulyani, Rafael Alun Trisambodo jadi pusat perhatian publik belakangan ini.
Mulai dari pakaian tahanan yang terlihat beda dengan tersangka lainnya, terus jejak digital tentang pamer barang mewah di medsos. Berita tentang Mario dan Rafael Alun Trisambodo jadi trending bahkan paling populer.
Apalagi korbannya adalah anak pengurus Gerakan Pemuda Anshor, badan Otonom Nahdlatul Ulama ormas terbesar di Indonesia.
"Coba kalau korbannya adalah rakyat kecil, tak akan seheboh ini, hukum memang selalu dimainkan orang besar," tulis Rocky Gerung dalam cuitan di twitetrnya Sabtu (25/3/2023)
Dandy Satrio memang yang berdosa karena diduga menjadi otak penganiayaan terhadap David Ozora, putra pengurus pusat GP Ansor, Jonathan Latumahina, tapi orangtuanya kena imbas. Bahkan publik kini menyoroti kekayaan mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo.
Hartanya mencapai miliaran apakah sesuai dengan gajinya? itulah pertanyaan para netizen.
Bukan hanya itu jejak digital hingga asal usul keluarga Dandy pun ikut dikuliti netizen. Apalagi ada kejanggalan di balik harga kekayaan Rafael Alun, ayah Dandy, yang memiliki harta nyaris Rp60 miliar berdasarkan LHKPN.
Bahkan di Twitter ramai bahwa Dandy Satrio adalah diduga cucu seorang eks Pangdam.
Hal tersebut memantik kecurigaan netizen soal penegakan hukum terhadap Dandy Satrio yang kini menjadi sorotan.
Baca Juga: Panti Asuhan di Palembang Ini Berubah Bak Neraka, Anak-Anak Dipukul, Dihina Bahkan Pada Difabel
Banyak yang mengaku pesimistis dengan ketegasan aparat menangani kasus penganiayaan terhadap anak petinggi GP Ansor itu.
Salah satu netizen di Twitter dengan akun @tomahaxxx menduga bahwa Dandy berasal dari keluarga Jenderal.
Apalagi, sebelumya Dandy Satrio disebut-sebut pernah menempuh pendidikan di sekolah Taruna Nusantara.
"Waktu dia bilang alumni Taruna Nusantara aku udah curiga dia pasti keluarga Jendral," cuitnya dikutip SagalaNews Sabtu, 25 Februari 2023.
"Eh bener aja kakeknya dari pihak ibu mantan Pangdam di Pulau Jawa," cetusnya lagi.
Sekretaris Anshor Jawa Barat Johan J Anwari ikut menyotori kasus itu, penegakan hukum harus adil dan tak pandang bulu.
Berita Terkait
-
Video Kebengisan Mario Dandy Satrio Aniaya David Seliweran di Medsos, Dampaknya Bahaya?
-
Ayah Mario Dandy Diduga Miliki Aset Di Mana-mana, Ada Rumah di Jogja Full Fasilitas Mewah
-
Mahfud MD Respons Pengunduran Diri Rafael Alun Sebagai ASN Pajak: Tak Menghilangkan Proses Hukum
-
MAKI Dorong Kemenkeu Tak Kabulkan soal Rafael Alun Mundur dari Jabatan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Lee Min Ki dan Hyungwon MONSTA X Jadi Malaikat Maut di Drama Fantasi Baru
-
3 HP Baru Xiaomi Segera Rilis, Bawa Kamera Leica dan Baterai Jumbo
-
Pagi Mencekam: Kebakaran Melanda Gedung Pelayanan Jantung RSUD dr Soetomo
-
55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse
-
Masalah Keluarga, Adik Hujamkan Pisau Garpu ke Kakak Kandung dan Istri di Tanggamus
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan