SuaraTasikmalaya.id – Baru-baru ini, Amerika Serikat dan Kanada telah mengeluarkan larangan penggunaan TikTok pada gawai milik pemerintah mereka, dengan alasan kekhawatiran keamanan privasi dan siber di aplikasi berbagi video yang dimiliki oleh perusahaan China, Bytedance.
Namun, TikTok sendiri telah membantah klaim bahwa pihaknya membagikan data pengguna dengan pemerintah China, serta menyatakan bahwa data mereka tidak disimpan di negara itu.
Ternyata selain Amerika Serikat dan Kanada, menurut Associated Press, Rabu (1/3/2023) beberapa negara sudah melakukan pelarangan terhadap penggunaan TikTok. Berikut penjelasannya;
1. Uni Eropa
Parlemen Eropa, Komisi Eropa, dan Dewan Uni Eropa, tiga lembaga tinggi Uni Eropa, telah memberlakukan larangan penggunaan TikTok pada gawai staf mereka. Larangan ini diumumkan pada Selasa (2/2/2023) dan akan resmi berlaku pada 20 Maret 2023.
2. India
India secara resmi sudah melarang penggunaan TikTok bagi warga mereka. Larangan ini ditetapkan permanen pada Januari 2021, setelah adanya konflik yang melibatkan tentara India dan China di perbatasa Himalaya.
3. Taiwan
Taiwan resmi memberikan larangan penggunaan TikTok pada Desember 2022. Hal ini dilakukan setelah adanya peringatan dari FBI terkait dengan keamana nasional.
Baca Juga: Ini Informasi Terbaru Tanggal Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2022
4. Pakistan
Pemerintah Pakistan telah melarang sementara TikTok setidaknya empat kali sejak Oktober 2020. Hal ini karena ada kekhawatiran atas aplikasi yang diduga mempromosikan konten amoral itu.
5. Afghanistan
Di Afghanistan, Tiktok dilarang karena dianggap dapat menyesatkan kaum muda.
Terkait dengan Indonesia, TikTok sampai hari ini merupakan aplikasi yang digandrungi anak muda. Bukan hanya untuk eksitensi saja, tapi sebagai platform bisnis yang menggiurkan. Hanya saja tetap ada catatan penting, yaitu bagaimana penggunaan TikTok ini bisa tetap bijak dan digunakan untuk kegiatan positif. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe