SuaraTasikmalaya.id - Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, mengalami kebakaran pada Jumat, (3/3/23), sekitar pukul 20.00 WIB.
Informasi terkini korban peristiwa Depo Pertamina Plumpang, yakni 19 korban jiwa, 49 luka-luka, dan tiga orang masih dinyatakan hilang, sementara yang lainnya saat ini diungsikan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rasela, Kel. Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara.
RPTRA Rasela menjadi lokasi penampungan sementara bagi 648 warga dari sekitar 150 rumah yang rusak.
Melansir laman infopublik.id, pada Minggu, (5/3/2023), Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, yang berkunjung ke posko pengungsian pada Sabtu, (4/3/2023), mendoakan korban meninggal, korban terluka, menyerahkan bantuan 200 paket sembako dari Baznas, bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan.
Secara simbolis, bantuan tersebut diterima oleh Lurah Rawa Badak Selatan, Suhaena, dan perwakilan warga.
“Sabar ya, ini semua adalah musibah. Semoga seperti ini tidak terlalu lama,” ujar Wapres yang dikutip melalui siaran pers.
Lebih lanjut Wapres mengatakan, penataan perlu dilakukan, sehingga musibah serupa tidak berulang.
“Dulu pernah kebakaran seperti ini ya? Tahun 2009. Nanti kita ada penataan, ya,” ujar Wapres.
Mendampingi Wapres, Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan agar Pertamina membantu memenuhi kebutuhan para warga terdampak, termasuk pemulihan kesehatan mereka.
Baca Juga: Polri Turunkan Alat Berat Cari Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
“Pak Wapres sudah memerintahkan kepada saya, seperti presiden, juga telah memerintahkan kepada kami, agar membantu perawatan, obat, makanan.
Dan tadi sudah ada arahan, untuk kawasan/zona di sekitar Pertamina, PLN, harus ada kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” urai Erick.
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan kebakaran Depo milik PT Pertamina Plumpang di Jakarta Utara (Jakut), menjadi momentum koreksi dan penataan kembali kawasan tersebut.
Penataan kembali yang dimaksud oleh Wapres juga termasuk alternatif pemindahan Depo ke daerah yang lebih dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
“Saya berharap supaya Depo ini lebih aman, itu bisa direlokasi di daerah pelabuhan, di daerah Pelindo,” kata Wapres yang dikutip melalui siaran pers, Sabtu (4/3/2023).
Penataan akan menjadikan keberadaan Depo milik PT Pertamina lebih aman. Mengingat, Depo itu berada di kawasan ibu kota yang miliki kecenderungan padat penduduk. (*/editor zahran)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional