SuaraTasikmalaya.id – Belakangan ini, kasus mafia pajak kembali muncul dan ramai menjadi perbincangan publik.
Sebagai institusi yang khusus menangani sektor pajak, Kementerian Keuangan menjadi pihak yang paling banyak disorot.
Kepercayaan masyarakat kepada Kementerian Keuangan semakin menurun. Selain itu, muncul juga gerakan-gerakan di kalangan warganet untuk berhenti membayar pajak.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani angkat bicara terkait hal ini dalam satu kesempatan di acara talk show Kick Andy.
“Pajak kita ini dipakai untuk apa saja sih sebenarnya?” tanya Andy F. Noya.
Pemenuhan kebutuhan di beberapa sektor
Ibu Sri mengawali jawaban dengan menjelaskan penghasilan negara tahun lalu yang dihasilkan dari sektor pajak terlebih dahulu.
“Kita mengumpulkan pajak tahun lalu sekitar 1750 triliun, oleh 44 ribu karyawan kita di pajak, total penerimaan kita lebih dari 2500 triliun, ada dari bea cukai, ada dari penerimaan negara bukan pajak,” jelas Ibu Sri.
Selanjutnya, Ibu Sri menjelaskan bahwa pajak yang dibayarkan oleh masyarakat itu masuk ke kas negara dan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan di beberapa sektor.
Baca Juga: Nathalie Holscher Keceplosan Manggil Sayang ke Mantan Suami, Sinyal Rujukkah?
“Kalau Anda bicara mengenai jalan tol, kalau nanti menjelang lebaran, Anda akan pergi ke daerah, ke tempat kampung halamannya, jangan lupa itu bagian dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),”
“Kalau Anda liat TNI Porli bertugas, alutsistanya sekarang membaik itu juga dari APBN,”
“Kalau Anda bicara tentang dokter, guru, dan yang lain-lain, madrasah, pesantren, itu semua mendapatkan bagian,”
“Kalau sekarang ada 36.000 lebih anak-anak kita yang bisa sekolah di universitas terbaik di dunia, sehingga mereka generasi muda punya kebanggan, punya convidence itu juga dari APBN,” lanjut Ibu Sri menjelaskan.
Selain itu, Ibu Menteri juga melanjutkan penjelasan dengan contoh-contoh penggunaan APBN di sektor-sektor lainnya.
Menjelaskan penyelewengan oknum-oknum “nakal.”
Ibu Menteri juga menambahkan bahwa jika masyarakat membayar pajak dengan benar sesuai prosedur itu semua akan masuk kekayaan negara.
“Yang menilep dan ditilep (korupsi) itu adalah biasanya wajib pajak nakal, bekerja sama dengan aparat pajak yang nakal.”
“Mereka yang seharusnya bayar seratus, dia kemudian kongkalikong membayar hanya sepuluh, dan itu dinikmati oleh dua pihak yang jahat itu, itulah uang pajak yang hilang,” lanjut Ibu Menteri menjelaskan.
Sri juga menegaskan bahwa setiap pajak yang dibayarkan masyarakat masuk ke kas negara di Bank Indonesia sebagai pemegang kas negara.
“Lalu, setiap pengeluaran itu dikeluarkan berdasarkan dokumen negara, dari mulai membantu masyarakat miskin, sampai kepada seluruh pembangunan infrastruktur, satelit (kuota/pulsa) waktu pandemi digratiskan, itu adalah menggunakan uang pajak yang Anda bayarkan,” pungkas Ibu Menteri. (*/editor zahran)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Modal Pesta Gol, Beckham Putra Optimistis Persib Tundukkan Persebaya
-
5 Rekomendasi Motor Listrik Murah untuk Wanita, Mulai Rp3 Jutaan
-
Persiapan Mudik Lebaran 2026: 9 Pilihan Mobil Nissan 60 Jutaan, Cocok Bawa Keluarga Besar ke Kampung
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Ilmuwan China Kembangkan Baterai Mobil Listrik dari Bahan Plastik Organik
-
SHECURE Digital Resmi Diluncurkan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Online
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
MBG dan Pergeseran Peran Psikologis Orang Tua
-
Badai Cedera Manchester United: Perkembangan Pemulihan Matthijs de Ligt Berjalan Lambat