/
Rabu, 08 Maret 2023 | 11:47 WIB
Potret pria berinisial AO yang mengaku sebagai anggota TNI (twitter/txtdrberseragam)

SuaraTasikmalaya.id – Ramai di media sosial Twitter terkait aksi arogan pria yang diduga anggota TNI mengacungkan senjata api kepada karyawan PT IWIP di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (6/3/2023).

Dilansir dari akun Twitter @txtdrberseragam, pada Selasa, (7/3/2023), kejadian tersebut terungkap dari foto isi percakapan Whatsapp.

“Pada hari ini Senin, tanggal 6 Maret 2023, pukul 15.30 WIT, telah terjadi penodongan senjata api terhadap karyawan PT IWIP oleh seorang lelaki berpakaian safari yang merupakan anggota TNI, yang melaksanakan pengawalan PT BRICASH, bertempat di depan Gate 2 perusahaan PT IWIP,” tulis isi pesan Whatsapp tersebut. 

Aksi arogan pria yang memakai pakaian safari tersebut, diduga terjadi karena kesalahpahaman.

Setelah informasi tersebut tersebar, pelaku berinisal AO yang katanya adalah sebagai anggota TNI tersebut telah diamankan oleh anggota Kodim 1512 Weda. 

Menurut informasi dari Kepala Penerangan Korem 152 Baabulah, Serka Deva Wirathama, pada Selasa, (7/3/2023), AO mengatakan bahwa dirinya merupakan warga Desa Fidijaya, yang berprofesi sebagai karyawan perusahaan jasa pengantaran uang yang akan mengisi kas ATM BRI pada saat kejadian. 

Serka Deva menyebutkan bahwa saat akan mengisi kas ATM tersebut, terjadi kesalahpahaman di perjalanan sesuai dengan isi video yang tengah viral itu.

Namun, dirinya menegaskan bahwa AO bukan anggota TNI sesuai isu yang beredar, dan telah diserahkan ke Polres Halmahera Tengah beserta barang bukti satu pucuk senjata air soft gun jenis glock.

Meski demikan, menurut Serka Deva, AO adalah mantan anggota TNI yang pernah berdinas di satuan yang berada di Jawa Timur, namun telah resmi dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH). (*)

Baca Juga: Misi Kemenangan Persib Bandung untuk Menjaga Harapan Juara BRI Liga 1 Terus Berkobar, Ricky Kambuaya: Siap Kerja Keras!

Editor: Lukas Muhammad 

Sumber: Akun twitter txtdrberseragam

Load More