SuaraTasikmalaya.id – Kasus-kasus pamer kekayaan pejabat menjadi sorotan publik akhir-akhir ini. Di mulai dari Mantan Pejabat Pajak, Rafael Alun Trisambodo, hingga baru-baru ini Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono yang diketahui miliki harta berlimpah.
Hal ini tentu salah satunya diliat dari kepemilikannya akan mobil mewah, hingga barang-barang branded yang dipakainya.
Namun apakah barang branded/ternama menjadi tolak ukur kemewahan? Berikut penjelasannya
Ewan Rambourg, direktur pelaksana HSBC dan penulis buku "The Bling Dynasty: Why the Reign of Chinese Luxury Shoppers Has Only Just Begun", telah menciptakan piramida merek untuk menunjukkan pengaruh merek-merek besar dalam lingkungan sosial tertentu.
Diketahui, merek-merek tertentu dapat menandakan kekayaan dan prestise, sehingga jutawan-jutawan baru di seluruh dunia mencari merek-merek mewah untuk menunjukkan kekayaan mereka.
Hal ini menciptakan pesona hierarki merek mewah. Berikut adalah 7 hierarki merek brand mewah menuurt penjelasan Rambourg.
Everyday Luxury merujuk pada minat terhadap merek mewah untuk kegiatan sehari-hari. Istilah ini juga mengacu pada gaya hidup sehari-hari yang mewah, seperti menikmati sampanye, bir, dan anggur impor.
Orang-orang dengan gaya hidup ini mungkin akan membeli merek mewah, namun mereka biasanya tidak mengeluarkan lebih dari Rp1,5 juta untuk satu produk.
Baca Juga: Ingin Berlibur Ke Malaysia? Tempat Wisata Ini Hadirkan Berbagai Atraksi dan Aktivitas Menarik Lho
Namun, menurut hierarki merek mewah menurut Rambourg, gaya hidup ini bukan yang paling eksklusif, melainkan yang paling rendah di piramida.
2. Affordable Luxury
Affordable Luxury adalah kategori yang menunjukkan minat terhadap merek mewah di tingkat menengah ke bawah.
Orang-orang pada tingkat ini mungkin akan membelanjakan hingga Rp4,5 juta untuk produk perhiasan merek Tiffany & Co.
Menurut piramida merek mewah yang dibuat oleh Rambourg, beberapa merek yang termasuk dalam kategori affordable luxury adalah Coach dan Geox. Orang-orang pada tingkat ini umumnya tertarik pada desain eyewear.
3. Accesible Core
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Deretan Pemain The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum Terungkap, Ada Jamie Dornan
-
Gubernur Andra Soni Sabet KWP Awards 2026, Dinilai Paling Peduli Pendidikan di Banten
-
Film Horor Komedi Gudang Merica Siap Tayang, Kisah Teror Mahasiswa Koas di Rumah Sakit
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
Ular di Warung Ibu