SuaraTasikmalaya.id – Sosok Andhi Pramono menjadi viral di media sosial setelah berita
tentang kekayaannya yang fantastis tersebar luas. Namun siapa sangka ternyata dirinya adalah
seorang doktor muda.
Menurut laporan LHKPN terbaru pada tanggal 16 Februari 2022 untuk periode 2021, Andhi
dilaporkan memiliki kekayaan sebesar Rp 13,75 miliar.
Kekayaan Andhi sebagian besar terdiri dari tanah dan bangunan. Ia memiliki 15 aset tanah dan
bangunan dengan total nilai sebesar Rp 9,98 miliar.
Selain itu, Andhi juga memiliki 13 aset berupa transportasi dan mesin, termasuk 9 mobil dan 4
motor, dengan total nilai Rp 1,84 miliar.
Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 706,5 juta, surat berharga senilai Rp 2,99
miliar, dan kas serta setara kas senilai Rp 1,21 miliar.
Hal menarik lainnya adalah Andhi tidak memiliki hutang dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu,
total kekayaannya mencapai Rp 13.753.365.726 atau sekitar Rp 13,75 miliar.
Siapa sangka, sosok Andhi Pramono ternyata sangat berprestasi. Simak perjalanan
perndidikannya.
Andhi yakni seorang doktor muda yang memiliki banyak prestasi sebagai alumni Sekolah Tinggi
Akuntansi Negara (STAN).
STAN sangat diidamkan oleh banyak orang karena alumni STAN memiliki kesempatan untuk
menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Tidak hanya itu, ada juga yang berhasil menjadi pimpinan lembaga negara dan bahkan menteri
negara, salah satu contohnya yaitu Andhi.
Ia pernah bekerja sebagai karyawan di Direktorat Jenderal Kepabeanan dan Cukai dan berhasil
meraih gelar doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Andhi melanjutkan pendidikannya di Program Studi
DIII Keuangan Kepabeanan dan Cukai dan berhasil lulus pada tahun 1997 di PKN STAN.
Pada tahun 1996, ia memulai karirnya di bidang kepabeanan dan cukai. Selain itu, ia juga pernah
menjadi pelaksana di Mahasiswa STAN Program DIII.
Andhi kemudian pindah kerja sebagai pelaksana pada kantor Inspeksi Kepabeanan dan Cukai
Tipe A.
Andhi tidak berhenti di situ saja, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di STIE Ibnu Sina
Batam dan berhasil lulus pada tahun 2011.
Selain itu, ia juga melanjutkan pendidikan S2 di jurusan Manajemen SDM di Universitas
Bhayangkara-PTIK, dan S3 di bidang Manajemen Pendidikan di UNJ Rawamangun.
Pada usia 32 tahun, Andhi yang berasal dari Salatiga, Jawa Tengah, diakui sebagai doktor
termuda dalam angkatannya. (*/editor zahran)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
5 Parfum Lokal Tahan Seharian Versi Lifni Sanders, Nggak Perlu Retouch
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Novel The Arson Project, Dilema Antara Keadilan Hukum dan Pembalasan Pribadi
-
Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun
-
Beda Two Way Cake dan Compact Powder, Mana yang Lebih Bagus?
-
Neymar Kembali Dicoret dari Skuad Brasil untuk Hadapi Haiti di Piala Dunia 2026
-
Setir Mobil Terasa Berat dan Bunyi Ini Gejala Rack Steer Bermasalah
-
Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!
-
Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata
-
Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang