Suara.com - Gaya hidup mewah para pejabat pemerintah selalu mencuri perhatian publik. Seperti akhir-akhir ini, sejumlah mantan pegawai Kemenkeu (Kementrian Keuangan) memamerkan kekayaannya melalui media sosial.
Adapun beberapa nama mantan pegawai Kemenkeu yang kerap memamerkan kekayaannya yaitu Rafael Alun Trisambodo, Eko Darmanto, Andho Pramono dan Sudarman Harjasaputra.
Mereka ini diketahui serbagai eks pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai Kemenkeu. Nah untuk selengkapnya, berikut ini perbandingan Harta Rafael Alun, Eko Darmanto, Andho Pramono dan Sudarman Harja yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Rafael Alun Trisambodo
Berdasarkan LHKPN, harta milik Rafael per tahun 2021 mencapai angka Rp56,1 miliar. Jumlah tersebut dinilai jauh di atas kekayaan Suryo Utomo selaku Direktur Jenderal Pajak (atasan Rafael) yang hartanya Rp14,4 miliar.
Rafael saat ini sudah dicopot dari jabatannya dan dipecat tidak terhormat sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Rafael juga hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di KPK.
2. Eko Darmanto
Eko Darmanto merupakan eks Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta. Namanya juga menjadi sorotan usai berfoto naik helikopter pribadi dan menggunakan kendaraan mewah. Usai dilakukan penyelidikan, terbukti ada sejumlah aset miliknya yang tak dilaporkan dalam LHKP.
Berdasarkan data LHKPN per tahun 2022, Eko memiliki harta kekayaan sebesar Rp15.739.604.391. Selain itu, dia juga memiliki utang Rp9.018.740.000. Maka jika ditotal, jumlah kekayaannya mencapai Rp6.720.864.391. Saat ini, Eko sudah dicopot dari jabatannya.
Baca Juga: Istri Hobi Pamer Gaya Hidup Mewah, Berapa Sih Gaji Kepala BPN Jaktim Sudarman Harja Saputra?
Andhi Pramono merupakan Kepala Bea Cukai Makassar yang harta kekayaannya sedang diperiksa karena dianggap tak wajar. Berdasarkan LHKPN), Andhi memiliki harta kekayaan per tahun 2021 sebesar Rp13,7 miliar.
Proses pemanggilan serta penyelidikan internal Kemenkeu masih dilakukan terhadap Andhi. Oleh karena itu, masih belum ada keputusan apalah ia akan dicopot dari jabatannya atau tidak seperti dua rekannya, Eko dan Rafael.
4. Sudarman Harjasaputra
Sudarman Harjasaputra merupaka Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Jakarta Timur yang juga mencuri perhatian karena kerap pamer kekayaan di media sosial. Sudarman saat ini sedang dalam penyelidikan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Berdasarkan LHKPN, Sudarman memiliki harta kekayaan per tahun 2021 hingga Rp14,7 miliar. Angka tersebut berasal dari harta sebesar Rp15,28 miliar yang dikurangi utang sebesar Rp520 juta.
Berita Terkait
-
Sisanya Sepeda, Seluruh Mobil Rafael Alun Sengaja di Pindahkan Biar Gak Disita?
-
CEK FAKTA: Ayah dan Ibu Mario Dandy kini Mendekam dalam Tahanan, Benarkah?
-
Cara Membuat Akun Safe Deposit Box Seperti Rafael Alun Trisambodo
-
Gemar Flexing, Istri Kepala BPN Jaktim Pamer Hoodie Balenciaga Seharga Motor
-
Istri Hobi Pamer Gaya Hidup Mewah, Berapa Sih Gaji Kepala BPN Jaktim Sudarman Harja Saputra?
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik
-
Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa
-
Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM
-
Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?
-
Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta