SuaraTasikmalaya.id - Baru saja gembira karena hasil All England, kabar duka datang dari dunia bulutangkis Tanah Air. Pemain muda, tunggal putra Indonesia, Syabda Perkasa Belawa meninggal dunia.
Ungkapan duka pun mengalir di jagat Twitter dan instagram. Hingga pagi ini publik masih banyak yang membahas kepergian Syabda.
Syabda Perkasa Belawa dikabarkan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di Tol Pemalang.
Diduga kecelakaan terjadi akibat sopir yang mengantuk.
Syabda meninggal bersama ibunya, sedangan ayah dan kakaknya dikabarkan selamat.
Rekan-rekan Syabda di pelatnas dan klub bulutangkis pun berduka dan mengisahkan pribadi Syabda.
Salah satunya pemain yang lebih senior Shesar Hiren Rhustavito.
Melalui unggahan di akun instagram pribadinya Shesar yang baru saja bermain di All England dan kini akan bermain di Swiss Open mengisahkan persahabatannya dengan Syabda.
Ternyata Shesar dan Syabda sangat bersahabat dalam suka dan duka.
"Minta doanya ya temen2 buat adik saya, semoga Syabda, ibunya dan neneknya mendapatkan tempat terindah di sisi Allah," ujar Shesar membuka ungkapan dan cerita tentang Syabda.
Shesar mengaku tak menyangka Sybada bakal pergi secepat itu.
"Masih gak nyangka bakal secepet ini, Da. Pasti bakal kangen banget Da, dari dulu pas waktu masih di Kudus selalu bareng pergi ke mana-man, selalu ikut. Main ke mana-mana bareng2. Sampai di pelatnas setiap pagi sebelum latihan selalu pemanasan berdua, juga latihan program apapun berdua.
Habis latihan selalu main ke kamarmu sama Bobby buat makan bertigaan di kamar. cerita-cerita seneng, sedih, sampai nangis-nangisan bareng," tutur Shesar, Selasa pagi, 21 Maret 2023.
Shesar juga mengisahkan sering weekend mancing dan ditemani Syabda. Bahkan saat sakit, Syabda yang mau mengambilkan makanan untuk dirinya.
Yang bikin sedih, ternyata Shesar dan Syabda sudah janjian untuk touring ke Puncak naik motor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026