SuaraTasikmalaya.id - Penolakan Indonesia terhadap Israel di dunia sepak bola nyatanya tak cuma muncul baru-baru ini. Sebelumnya sudah pernah terjadi di zaman pemerintahan presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno.
Kejadiannya mengambil tempat di tahun 1958. Saat itu Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak kedua kualifikasi Piala Dunia 1958.
Untuk pertama kalinya Tim Garuda ikut serta dalam kualifikasi piala dunia dengan memakai nama Indonesia. Sebelumnya Indonesia memakai nama Hindia Belanda saat diundang ikut Piala Dunia 1938 mewakili Asia, namun belum sebagai negara merdeka.
Di putaran pertama kualifikasi, Indonesia berada satu grup dengan Cina. Partai pertama Indonesia versus Cina dimainkan di Stadion Ikada, Gambir, Jakarta. Indonesia berhasil menang dengan skor 2-0. Kedua gol ditorehkan Andi Ramang.
Pertemuan kedua, gantian Indonesia berangkat ke Cina. Timnas Merah-Putih harus menerima kekalahan tipis 3-4. Lagi-lagi Ramang mencetak 2 gol. Satu gol lagi disumbangkan oleh Endang Witarsa.
Karena masing-masing tim sama-sama menang satu kali, hitungannya masih seri. Indonesia pun harus menghadapi Cina sekali lagi agar bisa merebut tiket ke babak kedua.
Laga penentuan berlangsung di Burma (sekarang Myanmar). Ternyata hasilnya masih sama kuat dengan skor akhir imbang 0-0. Permainan lanjut ke perpanjangan waktu, namun hasilnya tetap kacamata.
Saat itu belum ada sistem tos-tosan adu penalti. Maka, penentuan pemenang adalah dari selisih gol total kedua tim.
Indonesia akhirnya lolos karena memiliki selisih gol yang lebih baik dari Cina, yaitu 5-4. Hasil dari menang 2-0 dan kalah 3-4.
Singkat cerita, Indonesia pun melaju ke babak kualifikasi kedua dan ditempatkan dalam satu grup bersama Israel, Mesir, dan Sudan.
Indonesia harus bisa menang melawan 3 negara tadi agar bisa lolos ke babak play-off untuk memperebutkan satu tiket ke putaran final Piala Dunia 1958 di Swedia.
Sayangnya, impian anak-anak bangsa harus ambyar. Penyebabnya, muncul perintah dari Presiden Soekarno untuk tidak melanjutkan keikutsertaan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 1958, hanya karena… segrup bareng Israel!
Menurut Presiden Soekarno, kalau Indonesia sampai bermain melawan Israel, maka sama saja Indonesia mengakui kedaulatan Israel. Yang mana saat itu memang Indonesia sedang pro-pronya terhadap Palestina.
Di dalam sebuah pidatonya, Presiden Soekarno secara terang-terangan membela Palestina.
“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel,” begitu sepenggal kalimat yang diucapkan Bung Karno.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli