SUARA TASIKMALAYA - Jagat dunia maya dihebohkan dengan unggahan seorang wanita yang mengaku temannya yang masih sama-sama sekolah seringkali dibuntuti seorang pria yang usianya terpaut 20 tahun. Diduga pria tersebut menyukai temannya itu.
Akun TikTok @nameschangez mengunggah beberapa video terkait tindakan yang tidak menyenangkan yang dialami temannya itu.
"Guys, tolong viralin ya. Jadi ada om om yang naksir sama temen aku, perbedaan usianya mungkin terpatok (terpaut) cukup jauh, mungkin sekitar beda 20 tahun. Temen aku masih sekolah," tulis akun @nameschangez pada Kamis, (6/4/2023).
Laki-laki yang disebut terobsesi dengan wanita yang masih sekolah tersebut, kerap kali mengganggu, bahkan tidak segan untuk berbuat kasar kepada siapapun yang terlihat bersama wanita yang disukainya itu.
"Dia sangat obsesi sama teman aku sampai mengganggu ketenangan hidup teman aku," sambungnya.
Bahkan, pacar dari wanita yang disukai pria tersebut pun pernah dipukul olehnya.
"Suatu hari pernah temenku sedang dianterin pulang sama pacarnya, tapi ketemu si om om itu dan oleh om om itu dipukulin cowoknya," kata pemilik akun TikTok tersebut.
Terdengar dalam video, saat pelajar sekolah yang disukai pria tersebut diantar oleh sang ibu, namun pria yang membuntutinya memaki ibu wanita tersebut dan meminta nomor teleponnya secara paksa.
"Aing menta nomor si eta (saya minta nomor dia)," ucap pria tersebut.
Baca Juga: AG Menangis Saat Bacakan Nota Pembelaan di Sidang Kasus David Ozora, Apa Isinya?
Sang ibu yang mendampingi anaknya menyebutkan bahwa anaknya tidak memiliki ponsel.
"Teu boga (tidak punya)," jawab ibu dari wanita yang masih seorang pelajar itu.
Pria yang tidak diketahui identitasnya tersebut mengikuti mereka sampai ibu dan anak tersebut bisa lolos karena menaiki angkot untuk berangkat ke sekolah.
Kejadian tidak menyenangkan tersebut ternyata membuat teman pembuat konten tersebut trauma, karena pria itu sempat menghancurkan rumah wanita yang diincarnya dengan sebuah katana yang dipakai seorang samurai, bahkan dia pun mengancam akan membunuh keluarga wanita yang disukainya tersebut.
Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polres, namun menurut pengunggah video, masih belum ada respon dari pihak kepolisian.
"Sudah lapor Polres terdekat, tetapi belum ada respon yang baik. Tolong viralkan ya soalnya ini mengancam nyawa," pungkas @nameschangez
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Jaringan Penyelundup BBM Subsidi Terbongkar, 120 Ribu Liter Biosolar Disita di Tengah Laut
-
Tiwi T2 Panik Namanya Viral, Ternyata Cuma Salah Paham dengan Letkol Teddy
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
4 Concealer Lokal dengan Review Memuaskan di Shopee, Coverage Bagus dan Ringan di Kulit
-
Info Lengkap SPMB Bersama Jakarta 2026: Jadwal Pendaftaran, Daya Tampung, dan Kriteria Seleksi
-
Hajar Wakil Prancis, Adnan/Indah Tantang Ranking 1 Dunia di 16 Besar Indonesia Open 2026!
-
Daftar Harga Motor Suzuki Update Juni 2026, Modal Rp20 Jutaan Bisa Bawa Pulang ke Garasi
-
Krisis Bek Timnas Prancis, William Saliba Terancam Absen di Piala Dunia 2026
-
Pemkot Minta Publik Tak Terprovokasi Isu Rumah Tangga Wali Kota Kendari
-
Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat