SUARA TASIKMALAYA - Persib Bandung mendukung regulasi baru Liga 1 musim depan yang baru saja dirilis oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Musim depan, seluruh tim akan berlaga dengan sistem double round robin, home and away yang diikuti oleh 18 laga.
Kemudian, nanti empat besar dari klasemen akhir akan kembali ditandingkan dengan format sistem knock-out dua leg (home and away).
Selain itu, kuota pemain asing pun bertambah menjadi 5 pemain asing bebas ditambah 1 pemain asing asia.
Kemudian, tiap klub setidaknya harus memainkan pemain U-23 selama 45 menit dalam starting line up.
Lalu, kuota maksimal pemain per klub maksimal 35 pemain, dengan ketentuan batas usia pemain minimum kelahiran 1 Juli 2006.
Melihat adanya regulasi baru Liga 1, direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono merespon positif dan mendukung format kompetisi ini.
“Kami mendukung, kan itu hasil sarasehan yang usulan dari klub," kata Teddy sebagaimana dikutip tasikmalaya.suara.com dari PT LIB.
"Itu kan semua kesepakatan dan usulan dari mayoritas klub, dan akhirnya didengar dan jadi proses diskusi dengan LIB dan PSSI,” sambungnya.
Baca Juga: Makin Lengkap! BRI Sediakan Fitur Optimalisasi Transaksi Valas Lewat BRImo
“Hampir mayoritas dari 18 klub mengusulkan itu. Usulannya memang secara ini lebih pasti ada plus minus tapi kita dari sisi yang menarik saja,” tambah bos Persib itu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan