Suara.com - Perubahan nilai tukar mata uang yang cepat dan dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi nasabah dalam mempersiapkan dana untuk berkegiatan di luar negeri. Persiapan dana untuk pendidikan, traveling, haji/umroh, berobat, dan bahkan pembayaran cicilan property di negara lain, bisa terimbas akibat terjadinya depresiasi nilai mata uang.
Ada kalanya dana yang telah disiapkan dalam jangka waktu tertentu tidak memenuhi target yang diinginkan, akibat dampak menguatnya nilai valas yang menjadi tujuan pembayaran.
Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengoptimalkan kinerja superapps BRImo dengan memberi fasilitas untuk memenuhi kebutuhan transaksi lintas negara nasabah. Cukup dengan mengakses BRImo, nasabah dapat memanfaatkan fitur layanan valas yang terdiri dari fitur buka rekening BritAma Valas, fitur konversi valas untuk keperluan top up saldo rekening, serta fitur transfer internasional untuk pengiriman dana valas ke berbagai negara di seluruh dunia.
Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Andrijanto mengatakan, BRI senantiasa mengedepankan customer experience yang difasilitasi secara terpadu dalam setiap layanan. Salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas One-Stop Service melalui berbagai fitur pada aplikasi BRImo. Hal ini dilakukan agar nasabah mendapatkan layanan yang optimal sesuai kebutuhannya.
“Hadirnya BRImo, tentunya akan membuat BRI semakin fokus dalam menjaga availability dan reliability sehingga nasabah tetap nyaman bertransaksi melalui BRImo. BRImo juga terus melakukan update, baik dari sisi infrastruktur maupun arsitektur IT. Hal tersebut dilakukan agar BRImo dapat terus mengakomodir kebutuhan pertumbuhan transaksi nasabah," lanjutnya.
Senior Executive Vice President Treasury & Global Services BRI Achmad Royadi menambahkan bahwa BRI memiliki jaringan yang sangat luas. BRI mengelola 6 (enam) Unit Kerja Luar Negeri dan memiliki 10 perwakilan Bank Representative (BR) yang tersebar di wilayah Asia Tenggara, Asia Timur, dan Timur Tengah, serta memiliki kerjasama dengan lebih dari 100 perusahaan counterpart yang tersebar di berbagai negara.
“BRI akan selalu mengoptimalkan jaringan global yang dimiliki dan membuka channel-channel baru dalam rangka memberikan layanan yang terbaik bagi nasabah,” tutup Royadi.
Untuk memenuhi kebutuhan nasabah, layanan valas BRImo menawarkan sejumlah manfaat berikut:
1. Nasabah memiliki akses membuka rekening valas untuk 10 jenis mata uang pilihan (USD, EUR, CNY, AUD, SGD, AED, GBP, JPY, HKD, dan SAR). Fitur buka rekening valas memudahkan nasabah membuka rekening untuk melindungi aset valas yang dimilikinya dari dampak depresiasi nilai mata uang.
2. Untuk top up saldo rekening valas, fitur konversi valas menawarkan nilai exchange rate yang kompetitif (BRImo Rate). Nasabah bahkan bisa melakukan transaksi minimum sebesar IDR200.000,-
Baca Juga: Direktur Manajemen Risiko BRI: Kredit Covid-19 BRI Turun karena Pembayaran dari Debitur
3. Transfer lintas negara juga bisa dilakukan melalui fitur transfer internasional. Fitur ini menawarkan layanan transfer ke lebih dari 200 negara dengan beberapa opsi jalur pengiriman yang disesuaikan untuk kebutuhan nasabah, diantaranya:
a. Pengiriman lewat channel SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication). Menawarkan nilai kurs BRImo Rate yang kompetitif dengan biaya transfer flat. Semakin tinggi nominal transfer yang dikirim, maka jumlah nominal valas yang diterima akan lebih banyak.
b. Pengiriman lewat channel Western Union
Channel pengiriman Western Union, merupakan layanan terbaru BRImo Fitur Transfer Internasional. BRI berkolaborasi dengan Western Union dalam menyediakan layanan transfer dana ke berbagai belahan dunia dengan beberapa metode alternatif yang menguntungkan nasabah, diantaranya:
* Transfer dengan tujuan Pengambilan Tunai (tanpa rekening). Penerima hanya perlu menyerahkan identitas diri serta kode unik MTCN (Money Transfer Control Number) ke agen Western Union untuk mencairkan dana.
* Transfer dengan tujuan Dompet Digital (e-wallet) untuk negara-negara tertentu.
* Transfer ke rekening bank yang berada di seluruh jaringan Western Union.
Berita Terkait
-
BRI Peduli Renovasi SDN 001 Tulin Onsoi di Pelosok Nunukan
-
"BilangAjaGak", BRI Ajak Masyarakat Selalu Waspada pada Modus Penipuan Baru Soceng
-
"BilangAjaGak" dari BRI Ajak Masyarakat Perangi Social Engineering
-
Awas Social Engineering, Media yang Digunakan Pelaku untuk Dekati Korban Beragam
-
"BilangAjaGak", BRI Terus Edukasi Nasabah melalui Media konvensional Maupun Media Sosial
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja