SUARA TASIKMALAYA - Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam mengganti nomor punggung setelah Henhen Herdiana dipinjamkan ke Dewa United.
Sebelumnya dikabarkan sudah resmi bahwa Henhen Herdiana dipinjamkan oleh Persib ke Dewa United untuk satu musim ke depan.
Dengan demikian, Henhen tak akan lagi mengawal lini belakang Maung Bandung di musim depan. Posisi bek kanan kini telah ada penggantinya, yaitu Putu Gede Juni Antara.
Tak hanya itu, nomor punggung 12 yang akrab dikenakan oleh Henhen kini tak lagi bertuan.
Melihat hal tersebut, Teja Paku Alam yang sudah dikenal Bobotoh menggunakan nomor 14 selama empat musim, kini memutuskan untuk mengganti nomor punggung.
Kiper asal Padang itu memang lebih akrab dengan nomor 12 di dua klub yang sempat ia bela sebelumnya.
Sebelumnya, ia memilih nomor 14 karena itu merupakan tanggal lahirnya sendiri.
"Kemarin saya pakai nomor 14 karena itu tanggal lahir. Kebetulan sekarang nomor 12 kosong. Jadi, rencananya saya pakai 12 lagi," ucapnya.
Kendati demikian, ketika ditanyai oleh awak media terkait keputusannya memilih nomor punggung 12, ia justru menjawab tak ada yang spesial dengan nomor tersebut.
Baca Juga: Rebecca Klopper Muncul Angkat Suara, Mohon Maaf atas Pemberitaan Dirinya
"Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial juga dari nomor ini (12), hanya memang sudah pernah dipakai sejak awal," tutup Teja. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga
-
Dirampok Rp3,5 Juta, Diikat lalu Dibakar Hidup-Hidup, Petani di OKU Selatan Tewas
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit