SUARA TASIKMALAYA - Ketua umum relawan pro jokowi (projo) budi arie setiadi sebagai menteri komunikasi dan informatika (menkominfo) menggantikan johnny g plate yang tersandung kasus hukum.
Sebagai ketua Projo aku akan lah tetap menuruti apa yang presiden katakan dirinya akan netral sesuai dengan arahan Jokowi jika, Jokowi netral maka dirinya pun akan netral.
Sebelumnya budi yang menjabat sebagai wakil menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, rencananya akan diganti oleh paiman raharjo.
Namun budi arie belum mengkonfirmasi lagi kabar tersebut saat dikonfirmasi terpisah. ia hanya menekankan keputusan reshuffle atau rombak kabinet itu sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.
Sementara tujuan jokowi segera meresufle posisi-posisi yang kosong adalah untuk segera bekerja cepat mengisi kekosongan para menteri yang tersandung hukum.
Target yang ingin dicapai Budi yaitu infrastruktur digital, Selain itu menindaklanjuti pengendalian platform yang meresahkan masyarakat seperti hoaxs radikalisme dan membangun juga mengembangkan ekosistem digital menjadi pr Budi di kala menjabat menjadi menteri Kominfo.
Selain itu menjadi tujuan utama yaitu membangun narasi damai pemilu 2024, ditanyai perihal politik sudah mulai lupa mengenai politik.
"Kalau soal politik saya jawab fokus kerja karna pak presiden bilang kita fokus kerja aja, kalau soal politik nanti masih lama masih ada waktu empat bulan," ungkap Budi dalam konferensi pers.
Budi akan fokus dengan pekerjaan nya karna tugas di Kominfo yang ia tanggung sangat berat, dirinya menyebut persoalan politik sudah ada yang ngurus. (*)
Baca Juga: Menteri dan Wakil Menteri yang Baru Saja Dilantik Jokowi
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?
-
Persiapan Ramadan Masjid Ahmadiyah Jagakarsa: 500 Paket Bansos dan Salat Tahajud Kolektif
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Jangan Hanya Sibuk Nongkrong, Gen Z Harus Punya Asuransi
-
Jeritan Rakyat Kecil: Pajak Opsen Bikin Kantong Bolong, Beban Ekonomi Semakin Berat
-
Deretan Saham Konsumsi dan Ritel yang Berpotensi Cuan saat Ramadan 2026
-
Sekjen KAKI: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Harus Nasehati Gatot Nurmantyo Dkk
-
Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!
-
Dibela Ferry Irwandi, Beredar Jejak Digital Bigmo Ngaku Korupsi Viewers
-
Jelang Lawan Ratchaburi FC, Bojan Hodak Perbaiki Penyelesaian Akhir