- Rizki Faisal desak polisi usut pengeroyokan sopir truk oleh oknum Bea Cukai.
- Anggota DPR minta lima oknum Bea Cukai Batam diproses hukum secara transparan.
- Keluarga sopir truk korban pengeroyokan di Batam tolak damai, pilih jalur hukum.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, Rizki Faisal, bereaksi keras atas dugaan pengeroyokan terhadap seorang sopir truk bernama Sukarman di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam. Ia mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas keterlibatan lima petugas Bea Cukai dalam insiden tersebut.
Peristiwa kekerasan ini dilaporkan terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Korban yang berasal dari Tanjungpinang mengaku menjadi sasaran pemukulan secara bersama-sama oleh para pelaku saat berada di area Pos Pemeriksaan Bea Cukai.
Merespons kejadian ini, Rizki Faisal meminta Unit V Satreskrim Polresta Barelang untuk bertindak cepat dan transparan dalam menangani perkara pidana ini.
“Saya mendesak agar polisi segera menangkap seluruh pelaku yang memukul dan mengeroyok sopir truk tersebut tanpa terkecuali. Proses hukum harus berjalan profesional, cepat, dan transparan,” ujar Rizki kepada wartawan, Senin (16/2/2026).
Politisi yang membidangi hukum ini menekankan bahwa aksi kekerasan oleh oknum petugas tidak memiliki ruang dalam sistem hukum di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa memandang status jabatan terduga pelaku.
“Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika memang ada unsur pidana, proses hingga persidangan harus dijalankan demi memberikan efek jera dan keadilan bagi korban,” lanjutnya.
Hingga saat ini, kasus tersebut telah resmi dilaporkan ke Polresta Barelang dan sedang dalam tahap penyidikan. Pihak keluarga korban melalui keterangan resminya menyatakan menolak segala bentuk upaya perdamaian di luar hukum dan memilih agar kasus ini diselesaikan di meja hijau.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual
-
WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia