SUARA TASIKMALAYA - Kabar penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada guru di wilayah kerja Kota Pekanbaru langsung diberikan Gubernur Riau, Syamsuar.
Pasalnya, PPPK tahun ini untuk guru menjadi kabar yang menggembirakan, karena adanya informasi tenaga honorer akan dihapuskan pemerintah.
Diketahui, penyerahan SK PPPK menjadi bentuk perhatian Syamsuar terhadap tenaga pengajar di Indonesia. Khususnya di wilayah Pekanbaru.
Supaya nasib generasi anak bangsa untuk ke depannya bisa berdampak terhadap kemajuan Indonesia. Berkat ajaran dari para guru yang bekerja dengan ikhlas.
Penyerahan tersebut dilakukan Gubernur Riau di SMA Negeri 2 Kota Pekanbaru, pada Selasa (1/8/2023), terkait SK PPPK untuk guru di Pekanbaru formasi 2.
Guru yang mendapatkan SK PPPK di Pekanbaru diketahui sebanyak 614. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tentunya akan terus memberikan sekolah gratis dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Mengapa kami memberikan sekolah gratis? Mempersiapkan dana BOS? Hal ini agar bapak dan ibu (guru) tidak perlu memikirkan lagi," tutur Syamsuar dikutip dari kanal resmi Pemprov Riau.
Guru yang belum ataupun sudah mendapatkan SK PPPK, sebaiknya saat ini terus fokus mengajar untuk mencerdaskan para siswa di Provinsi Riau.
"Bapak atau ibu fokus saja untuk meningkatkan kualitas anak didik kita, sesuai dengan inovasi yang dibuat kepala sekolah yang juga didukung semua guru," bebernya.
"Jika ini dijadikan pedoman, maka Riau bersiap akan mampu bersaing dengan anak-anak di seluruh Indonesia," sambungnya.
Apalagi, prestasi yang diukir sampai saat ini tercatat yang paling sering mendapatkannya berasal dari Riau. Oleh karena itu, para guru diharuskan untuk terus menggali inovasi dan motivasinya.
Sehingga diharapkan agar para tenaga pengajar tidak malu bertanya dengan guru-guru yang mengajar di sekolah terfavorit di Riau, khususnya daerah Kota Pekanbaru dalam segi mengajar.
"SMA terbaik di Riau ini, SMA 8 Pekanbaru, SMA plus, SMA 1 Pekanbaru, dan SMA Dharma Yuda. Maka saya minta, para guru lainnya tak perlu gengsi untuk bertanya kepada guru di sana," tukasnya.
Sebab, Gubernur Riau melihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, kalau anak muda di Provinsi Riau mendominasi dari segi penduduk sebanyak 56 persen.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Tim Kopi Hitam Mana Suaranya? 5 Tanda Kepribadian Pecinta Kopi Pahit Tanpa Gula
-
Justin Hubner Nilai John Herdman Beda Kelas dengan Patrick Kluivert
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai
-
Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL
-
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
-
Jakarta Mulai Sepi Pendatang? Ini Data Mengejutkan Pascalebaran Dua Tahun Terakhir
-
Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini
-
Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak