SUARA TASIKMALAYA - Keheranan diungkap Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang, terhadap kemampuan suporter Persib Bandung dalam mendapatkan tiket pertandingan.
Padahal kata Yoyok, PSIS telah menerapkan strategi khusus untuk menghindari hal tersebut.
PSIS menerapkan dua metode dalam penjualan tiket, yakni melalui sistem daring dan juga melalui para suporter setia PSIS.
Dalam sistem daring, tiket hanya tersedia untuk penduduk yang memiliki KTP Semarang, sementara metode kedua melibatkan suporter PSIS secara langsung.
Terkait dengan penjualan daring, tiket hanya diberikan kepada warga yang tercatat sebagai penduduk Semarang sesuai dengan KTP mereka.
Di sisi lain, dalam metode melibatkan suporter, PSIS memberlakukan aturan ketat dimana suporter harus menghafal anthem Mahesa Jenar untuk bisa mendapatkan tiket. Bagi yang tidak menghafal, tiket tidak akan diberikan.
PSIS menjual tiket satu per satu kepada setiap individu dan hanya orang dengan KTP Semarang yang dapat membeli melalui platform daring.
"Kami jual tiket itu satu orang satu tiket dan hanya KTP Semarang melalui sistem online," kata dia.
Seperti diketahui, laga PSIS vs Persib ini diwarnai bentrok mengerikan yang berpotensi berdampak fatal.
Baca Juga: 3 Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Terkena Kanker
Bentrok mengerikan ini terjadi saat PSIS mencetak gol perdana ke gawang Persib. Sejak kejadian itu, ketegangan terjadi di tribun penonton.
Hingga akhirnya muncul sebuah video mengerikan dimana suporter Persib tidak bisa pulang lantaran dihalangi suporter tuan rumah. (*)
Menunggu keputusan FIFA
Arya Sinulingga, seorang anggota Exco PSSI, merasa prihatin dengan insiden kerusuhan antara para suporter dalam pertandingan antara PSIS Semarang dan Persib Bandung pada pekan kesembilan Liga 1 2023/2024 yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, pada hari Minggu (20/8/2023).
Arya mengklarifikasi bahwa semua peristiwa dalam Liga 1 2023/2024, termasuk kerusuhan dalam pertandingan PSIS vs Persib, telah diawasi oleh FIFA.
Arya menyatakan bahwa kerusuhan dalam pertandingan tersebut seharusnya tidak terjadi.
Tag
Berita Terkait
-
Kerusuhan Antar Suporter di Laga PSIS vs Persib Dipantau FIFA, Ngeri Kalau Sampai Hal Ini Terjadi
-
Persib Kontrak 3 Tahun Eks Striker Persija, Selesai Sudah David da Silva, Cek Kebenarannya!
-
Liga 1 PSIS vs Persib Rusuh Suporter, Posisi Erick Thohir Jadi Sorotan, Anak Buah Malah Bilang Begini
-
Gol Marc Klok Jadi Kunci Kemenangan Persib Bandung atas PSIS Semarang, David da Silva Beri Reaksi Mengejutkan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana