SUARA TASIKMALAYA - Pemain PSIS Semarang, Paulo Gali Freitas tak mendapatkan Hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI usai menendang bola ke arah pemain Persib Bandung, Marc Klok.
Namun, Gali Freitas yang tak mendapatkan Hukuman dari Komdis PSSI, tetap absen membela PSIS Semarang melawan Persik Kediri.
Absennya Gali Freitas membela PSIS Semarang dikarenakan telah mengoleksi total empat kartu kuning di pertandingan Liga 1 musim ini.
Sesuai dengan regulasi Liga 1 musim ini, Gali Freitas tidak dapat bermain untuk PSIS Semarang karena telah mengoleksi empat kartu kuning di pertandingan berbeda.
“Pemain yang memperoleh akumulasi empat kartu kuning dalam 4 laga berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1, tidak diperkenankan bermain 1 kali pertandingan pada laga berikutnya setelah akumulasi tercapai,” tulis regulasi Liga 1 dilansir dari Suara Semarang.
Setelah itu, Gali Freitas juga akan dihukum tidak dapat bermain untuk PSIS Semarang dalam satu pertandingan apabila kembali mengoleksi tiga kartu kuning di laga yang berbeda.
“Aturan larangan satu pertandingan juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 kartu kuning berikutnya dalam 3 pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1,” lanjut regulasi tersebut.
Dengan absennya Gali Freitas kontra Persik Kediri menjadikan kerugian bagi PSIS Semarang karena pemain berpaspor Timor Leste tersebut merupakan salah satu pemain penting bagi Laskar Mahesa Jenar.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Sebut Asap Riau Kiriman dari Jambi, Menteri Jumhur Tuai Kontroversi
-
8 Contoh Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita
-
Review Film Glass Heart: Ketika Musik Menjadi Jalan untuk Menemukan Diri
-
Bangkok Rebut Posisi Puncak Destinasi 'Workcation' Global 2026
-
Bully Berujung Maut di Pemalang, Siswa Kelas 8 Ditetapkan Jadi ABH, 17 Saksi Diperiksa
-
Kim Sang-sik Sesumbar Usai Vietnam Hajar Thailand di Final Piala AFF 2026, Tantang Messi dan Ronaldo
-
Jadi Polemik, BPS Ungkap Alasan Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi
-
Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan
-
Perkuat Pencegahan TPPO, Kanwil Imigrasi Sumut Gandeng BP3MI hingga Polda Dorong Sinergi PIMPASA
-
Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?