SUARA TASIKMALAYA - Pemain PSIS Semarang, Paulo Gali Freitas tak mendapatkan Hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI usai menendang bola ke arah pemain Persib Bandung, Marc Klok.
Namun, Gali Freitas yang tak mendapatkan Hukuman dari Komdis PSSI, tetap absen membela PSIS Semarang melawan Persik Kediri.
Absennya Gali Freitas membela PSIS Semarang dikarenakan telah mengoleksi total empat kartu kuning di pertandingan Liga 1 musim ini.
Sesuai dengan regulasi Liga 1 musim ini, Gali Freitas tidak dapat bermain untuk PSIS Semarang karena telah mengoleksi empat kartu kuning di pertandingan berbeda.
“Pemain yang memperoleh akumulasi empat kartu kuning dalam 4 laga berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1, tidak diperkenankan bermain 1 kali pertandingan pada laga berikutnya setelah akumulasi tercapai,” tulis regulasi Liga 1 dilansir dari Suara Semarang.
Setelah itu, Gali Freitas juga akan dihukum tidak dapat bermain untuk PSIS Semarang dalam satu pertandingan apabila kembali mengoleksi tiga kartu kuning di laga yang berbeda.
“Aturan larangan satu pertandingan juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 kartu kuning berikutnya dalam 3 pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1,” lanjut regulasi tersebut.
Dengan absennya Gali Freitas kontra Persik Kediri menjadikan kerugian bagi PSIS Semarang karena pemain berpaspor Timor Leste tersebut merupakan salah satu pemain penting bagi Laskar Mahesa Jenar.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail
-
Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail
-
Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Pabrik Sepatu Yumeida di Deliserdang Ludes 80 Persen, Damkar 3 Kota Turun Tangan
-
3 Sepatu Diadora Tanpa Tali, Desain Stylish dan Nyaman untuk Aktivitas Sehari-hari
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Isyaratkan Kode Jempol, Purbaya dan Nanik Beri Sinyal Penataan Ulang Anggaran MBG
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?