SUARA TASIKMALAYA- Presiden RI, Joko Widodo mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tak salah memilih pemimpin.
Jokowi juga membeberkan kriteria pemimpin yang cocok untuk Indonesia juga pemimpin yang tak boleh dipilih oleh masyarakat.
Menjelang Pemilu 2024, seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dituntut untuk menentukan pemimpin yang benar-benar dibutuhkan oleh RI.
"Hati-hati memilih pempimpin. Tantangan ke depan itu bukan semakin ringan, tapi semakin berat karena dunia yang sedang tidak baik-baik saja," kata Jokowi, dikutip dari Suara.com, Minggu (8/10/2023).
Adapun kriteria pemimpin yang dibutuhkan oleh Indonesia, menurut Jokowi ialah, pemimpin yang memiliki keberanian dan nyali yang kuat.
"Dibutuhkan pemimpin yang memiliki keberanian, dibutuhkan pemimpin yang memiliki nyali," jelas Jokowi.
"Jangan digertak negara lain sudah langsung ciut. Jangan kita digugat misalnya oleh Uni Eropa, WTO, kita jadi grogi," lanjutnya.
"Jadi pemimpin harus berani mengambil risiko, itu pemimpin yang betul,"
Sementara, pemimpin Jokowi juga menegaskan untuk tidak memilih pemimpin yang mencari enaknya saja.
Baca Juga: Target Medali di Asian Games 2022 Tidak Tercapai, Menpora Minta Maaf
"Tidak boleh negara sebesar Indonesia memilih pemimpin yang dapat ciut nyalinya, digertak negara besar manapun. Setuju?" seru Jokowi.
"Jangan hanya cari selamat, cari enak, menikmati enaknya duduk di Istana, tidur di Istana," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026