Suara.com - Setiap tahunnya, Reporters without Borders mempublikasikan daftar "Musuh Internet". Daftar tersebut dibuat untuk mengungkap negara-negara yang membungkam kebebasan informasi dengan propaganda, pengintaian dan penyensoran. Untuk pertama kalinya, daftar tersebut kini memasukkan Amerika Serikat sebagai salah satu "Musuh Internet".
Kenyataan tersebut tak mengherankan. Pasalnya Amerika Serikat ketahuan melakukan banyak sekali pengintaian dan penyadapan terhadap para pengguna internet. Tindakan Amerika Serikat tersebut terungkap berkat pembongkaran dokumen Badan Keamanan Nasional oleh salah satu mantan kontraktornya, Edward Snowden.
Kendati demikian, negara Paman Sam tidak sendiri. Kuba, Iran, Kore Utara dan Cina juga masuk daftar "Musuh Internet" tersebut. Sementara itu, tak hanya AS saja negara adikuasa yang masuk ke daftar itu. Negara sekelas Inggris dan India juga dituding melakukan pengintaian internet dalam skala besar, sementara Rusia dituding melakukan pengintaian dan penyensoran.
Reporters without Borders menyebutkan bahwa badan pemerintah seperti NSA-lah yang sebenarnya merupakan "musuh" tersebut. Namun negara juga patut disangkutpautkan karena cenderung mentolerir apa yang dilakukan NSA maupun badan sejenis.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat kabarnya baru saja melepaskan kendalinya atas internet hari Jumat (14/3/2014) waktu setempat. Kamar Dagang Amerika Serikat dinyatakan tidak lagi punya kewenangan mengawasi Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), organisasi yang mengatur alamat IP, nama domain dan fungsi administratif lainnya. (The Verge)
Berita Terkait
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz
-
Yield SBN Naik hingga 7,14 Persen, Purbaya Salahkan Konflik Timur Tengah
-
Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan