Tekno / Tekno
Jum'at, 04 April 2014 | 09:46 WIB
Iklan produk Indosat. (Youtube)

Suara.com - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menilai macetnya jaringan Indosat bukan karena aksi pembajakan terhadap 400 ribu prefix Internet Global. Kemarin, dunia Internet Indonesia dikejutkan dengan berita bahwa Indosat melakukan pembajakan terhadap 400 ribu prefix Internet Global. Akibatnya, terjadi perubahan routing menuju jaringan yang dibajak tersebut mengarah ke jaringan Indosat. Jaringan Indosat jadi macet dan mengalami gangguan ke konsumen.

Menurut Ketua Bidang Sekuriti Jaringan APJII Irvan Nasrun, kejadian seperti itu memang bisa melumpuhkan jaringan. Sebagai asosiasi yang mewadahi Indosat, APJII menurut Irvan siap untuk membantu anggota yang mengalami masalah pada jaringannya.

“Kejadian yang terjadi di Indosat ini merupakan human error dan bukan hal yang disengaja serta tidak ada hubungannya dengan ulah teroris atau pihak asing tapi murni karena human error,” kata Irvan, dalam siaran pers yang diterima suara.com, Jumat (4/4/2014).

Irvan menambahkan, kemungkinan kesalahan routing bisa saja terjadi.  Kata dia, kejadian ini terdeteksi oleh bgpmon (monitoring bgp/boarder gateway protocol) pada sekitar pukul 01.00 Kamis dini hari, sehingga mengakibatkan terjadinya kekacauan Internet Global di banyak negara. Yang terdeteksi antara lain negara yang terpengaruh adalah Thailand, Amerika, Australia, Polandia, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara lainnya.

Sedangkan perusahaan telekomunikasi dan internet di negara lain yang kena imbasnya adalah Telstra, AT&T, Hutchison, BTN, NTT Jepang, KDDI, Singtel, Level3, CableOne, dan Akamai.

“Sebenarnya kejadian yang terjadi di Indosat ini merupakan hal yang sering terjadi di Internet Global, berdasarkan hasil pantauan bgpmon kejadian ini berlangsung setiap hari, bahkan minggu lalu terjadi hal yang sama di Turki di mana operator telekomunikasi membajak alamat IP milik DNS Server Google,  dan OpenDNS yang berakibat query DNS kearah DNS server mengalami kekacauan,” jelas Irvan.

Menurut Irvan, kejadian yang dialami oleh Indosat ini sebenarnya pernah terjadi pada tahun 2011. Bahkan pada November 2012 salah satu operator telekomunikasi di Indonesia karena kesalahan konfigurasi yang dilakukan enginernya menyebabkan Google tumbang selama 30 menit.

“Dengan kejadian ini otomatis terjadi pembelokan traffic, hal ini menyebabkan Jaringan Indosat lumpuh karena dibanjiri traffic dan seluruh ISP yang menggunakan Indosat bermasalah. Baik itu jaringan Internet maupun seluler,” tegas Irvan.

Irvan yakin dalam waktu cepat Indosat sebagai perusahaan prestisius akan bisa segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

Load More