Suara.com - Microsoft berencana mengganti nama Nokia Oyj menjadi Microsoft Mobile Oy, demikian dilaporkan CNET mengutip surat yang dikirim kepada para penyedia komponen dari Microsoft.
Seperti yang diketahui Microsoft telah memulai proses akusisi terhadap divisi handset Nokia, yang memproduksi telepon seluler pintar dan tablet, sejak September 2013 silam. Awalnya akusisi itu direncanakan rampung pada kuartal pertama tahun ini, tetapi karena adanya evaluasi di Asia, penutupan proses itu diundur ke April.
Menurut surat itu, setelah proses pembelian itu rampung, Nokia akan menjadi anak usaha Microsoft yang khusus menghasilkan perangkat keras seperti ponsel dan tablet. Surat itu juga menginformasikan kepada para penyedia komponen bahwa persyaratan dan ketentuan yang sebelumnya mereka sepakati dengan Nokia, tidak akan berubah.
"Tolong diingat bahwa pada penutupan transaksi antara Microsoft dan Nokia, nama Nokia Corporation/Nokian Oyj akan berubah menjadi Microsoft Mobile Oy," demikian bunyi salinan surat yang diperoleh Nokiapoweruser, seperti dikutip CNET.
Microsoft sendiri belum memberikan konfirmasi terhadap laporan tersebut. (CNET)
Tag
Berita Terkait
-
Diakuisisi Microsoft, Nokia Jamin Privasi Data Pribadi Konsumen
-
Mulai Dijual Besok, Nokia X Dibanderol Rp1,2 Juta
-
Hari Ini Microsoft Hentikan Semua Sokongan untuk Windows XP
-
Ikuti Jejak Apple dan Google, Microsoft Siapkan Windows untuk Mobil
-
Survei: iPhone Paling Diidamkan Masyarakat Negara Berkembang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan