Suara.com - Starbucks, pada Kamis (11/6/2014), mengumumkan akan memberikan fasilitas isi ulang baterai telepon seluler atau komputer tablet nirkabel gratis di semua kedainya. Hanya saja kebijakan itu untuk sementara hanya berlaku di kedai kopi di Amerika Serikat.
Program baru itu akan dimulai di kedai-kedai Starbucks di San Francisco Bay Area, AS. Para pelanggan di kedai itu nantinya akan bisa meletakan ponsel mereka di atas meja yang sudah dirancang khusus agar bisa mengisi ulang baterai tanpa sambungan kabel atau colokan.
Rencananya dalam tiga tahun ke depan lebih dari 100.000 meja khusus yang bisa mengisi ulang baterai ponsel akan dipasang di sekitar 7500 kedai Starbucks di AS.
"Starbucks yakin ini adalah langkah untuk membuat kami tetap terdepan dalam teknologi," kata Adam Brotman, pemimpin bidang teknologi digital Starbucks.
Dengan pemasangan charger nirkabel itu, Starbucks ingi menarik lebih banyak lagi pelanggan berusia muda yang tidak bisa lepas dari gadget mereka. Apalagi salah satu pemicu frustasi di kalangan pengguna gadget adalah cepat habisnya baterai.
Hanya saja, belum banyak ponsel di pasaran dewasa ini yang sudah dilengkapi dengan teknologi charger nirkabel. Karenanya untuk menikmati fasilitas Starbucks itu pelanggan harus membeli perangkat tambahan yang bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai tanpa kabel. (USA Today)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik