Suara.com - Ilumuwan Jepang memperkenalkan pembawa acara televisi android pertama di dunia. Manusia android itu diberi nama Kodomoroid yang diambil dari bahasa Jepang Kodomo yang berarti anak-anak dan android.
Kodomoroid ini bisa membacakan berita tentang ramalan cuaca serta laporan tentang penyergapan yang dilakukan FBI. Bukan itu saja, Kodomoroid ini juga mempunyai selera humor seperti manusia.
“Anda mulai terlihat seperti robot,” katanya kepada Profesor Hiroshi Ishiguro, sang pencipta Kodomoroid.
Kodomoroid itu juga bisa terlihat grogi ketika diminta untuk memperkenalkan dirinya kepada publik, termasuk jurnalis di Jepang.
Kodomoroid ini juga ditemani oleh Otonaroid yang artinya android dewasa. Namun, Otonaroid terlihat grogi ketika diminta untuk memperkenalkan dirinya.
Dua manusia android itu akan bekerja di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan dan Inovasi di Tokyo. Mereka akan berinteraksi dengan pengunjung untuk mengumpulkan data terkait studi yang dilakukan Profesor Ishiguro yaitu reaksi manusia terhadap mesin.
“Kita akan punya lebih banyak lagi robot di masa yang akan datang,” kata Ishiguro.
Ishigoro dikabarkan mempunyai android bersi dirinya yang dikirim ke luar negeri untuk memberikan kuliah.
“Itu mengurangi perjalanan bisnis saya. Kemajuan ini artinya robot bisa terlihat dan bertindak seperti manusia dan itu membuat kita berpikir tentang nilai diri kita,” katanya. (AFP/CNA)
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang
-
Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?