Tekno / Tekno
Senin, 07 Juli 2014 | 16:26 WIB
Toilet portabel. (howstuffworks)

Suara.com - Bagian terburuk saat menonton acara olahraga atau konser musik bukanlah harga tiket yang mahal, namun pengalaman saat menggunakan toilet umum.

Di toilet umum, kita sering mengantre panjang ditambah kondisi yang bau, kotor plus lembab.

Namun baru-baru ini sebuah startup di New York, Amerika, Tooshlight terinspirasi dari tempat parkir mobil yang menggunakan penanda lampu agar memudahkan pengguna toilet mengetahui apakah ada orang di dalam toilet atau tidak.

Ini mirip dengan sejumlah tempat parkir di Jakarta yang juga sudah menggunakan penanda lampu untuk ruang kosong. Merah berarti terisi, sementara hijau berarti kosong.

Hal itu bisa membuat pengendara bebas dari rasa frustrasi saat merasa sudah menemukan tempat parkir.

Lampu tersebut juga bisa membuat kamar mandi lebih bersih. Ini karena sistem yang terhubung dengan lampu bisa mengetahui, apakah ada ruang kamar mandi tertentu yang selalu terpakai.

Dengan data rekaman yang dikirimkan lewat sinyal, petugas bisa segera datang membersihkannya, sehingga pengalaman menggunakan toilet bisa lebih menyenangkan.

Tooslight juga melakukan hal yang serupa untuk toilet umum yakni dengan menaruh lampu LED dibawah ruang toilet dengan sensor untuk mengetahui apakah kamar mandi sedang dipakai atau tidak. Hijau berarti terbuka dan merah berarti sedang dipakai.

Teknologi ini baru dipakai saat Hollywood Bowl di Los Angeles, Amerika, dan ternyata pengguna sangat menyukainya.

Seperti dilansir laman Autoblog, penggunaan teknologi ini mengurangi waktu menunggu dan para perempuan sangat menyukainya karena tidak perlu menebak apakah kamar mandinya sedang dipakai atau tidak.

Load More