Suara.com - Orang tua lebih khawatir dengan aktivitas anak-anak mereka di media sosial ketimbang aktivitas online lainnya, demikian hasil temuan survei sebuah organisasi keamanan digital di Amerika Serikat.
Studi yang digelar Family Online Safety Insititute (FOSI) menunjukkan bahwa mayoritas orang tua yakin media sosial lebih banyak mudaratnya pada anak-anak meereka.
Sekitar 43 persen orang tua yang diwawancarai dalam survei itu mengatakan bahwa media sosial lebih punya dampak negatif terhadap anak-anak. Hanya 26 persen yang yakin media sosial lebih banyak manfaatnya dan 31 persen yakin manfaat dan mudarat media sosial terhadap anak sama besar.
Dari 53 persen orang tua yang mengatakan anaknya punya akun media sosial, tiga perempat di antaranya mengaku pernah menyusup ke akun anak mereka untuk memeriksa perilaku sang buah hati di dunia maya.
Jen Hanley, direktur kebijakan dan hukum FOSI, mengatakan bahwa orang tua khawatir anak-anak mereka terlalu banyak mengunggah informasi pribadi di media sosial, mengakses konten berbahaya, dan berkomunikasi dengan orang asing.
Sekitar 76 persen orang tua cemas anak-anak mereka bisa menyaksikan konten-konten yang tidak pantas dan 69 persen orang tua takut anak mereka berkomunikasi dengan orang yang baru mereka kenal di dunia maya.
Studi itu juga mengungkap bahwa orang-orang tua yang mengizinkan anak mereka menggunakan perangkat mobile, 71 persen di antaranya mengaku pernah memeriksa pesan yang diterima dan dikirim oleh putera-puterinya. Sekitar 45 persen membatasi jumlah pesan yang bisa dikirim oleh anak-anak mereka.
Hanley mengatakan FOSI mendorong lebih banyak orang tua untuk menggunakan teknologi parental control yang banyak tersedia agar tidak terlalu cemas dengan kegiatan anak-anak mereka di dunia maya, khususnya media sosial.
Studi itu sendiri digelar dalam tiga diskusi kelompok (focus group). Pertama melibatkan orang tua yang mempunyai anak-anak usia enam hingga sembilan tahun, kedua digelar dengan melibatkan orang tua yang memiliki anak berusia 10 sampai 13 tahun, dan yang terakhir dengan orang tua dari anak-anak berusia 14 sampai 17 tahun.
Survei juga dilakukan secara online terhadap 584 orang tua yang berusia 6 sampai 17 tahun. (The Guardian)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Terpopuler: 7 HP Midrange Rasa Flagship, Heboh WNI Diduga Buat Riset Palsu di Denmark
-
Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru
-
6 Tablet Terlaris dan Paling Dicari di Indonesia 2026: Harga Mulai 1 Jutaan, Performa Jempolan
-
Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Gaming Tipis dengan RTX 5070 dan AI Canggih
-
Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan
-
Harga iPhone Terbaru Akhir Mei 2026 Naik: Seri Pro Makin Mahal, iPhone 16e Malah Turun
-
8 Rekomendasi HP 5G Murah Harga Rp3 Jutaan dengan Kamera Bagus, Lancar Main Game
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Rincian Fitur Oppo Enco Air 5s, TWS Ringan dengan ANC Tahan Lama
-
Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan