Suara.com - Mustafa Saaed merasa kesulitan untuk bisa memahami hitung-hitungan dalam pelajaran matematika. Dia juga menganggap matematika sebagai pelajaran yang membosankan. Bahkan, Mustafa menganggap belajar matematika lebih buruk dibandingkan harus ke dokter gigi.
“Saya kesulitan saat belajar di sekolah, bukan karena saya tidak suka tetapi karena saya tidak bisa menyatu dengan pelajaran itu,” kata lelaki asal Pakistan itu.
Lalu, orangtua Mustafa menggunakan sejumlah trik agar anaknya itu tahu cara untuk berhitung. Namun, semua upaya itu gagal hingga Mustafa kemudian mulai bermain Super Mario Bros di Nintendo. Dalam permainan itu, dia harus mengumpulkan koin dari 0 hingga 100 dan terus mengulangi hal itu.
Dari situlah, Mustafa belajar berhitung. Bukan itu saja, dia juga mendapat banyak pengetahuan saat bermain game Farmville. Dia juga tahu bahwa padi perlu sejumlah air untuk bisa tumbuh sedangkan game Angry Birds membuat dia belajar tentang cara fisika bekerja.
Kini, Mustafa mencoba menerapkan pengalamannya itu kepada bocah berusia tujuh tahun.
“Mengajar matematikan kepada anak-anak sepertinya pekerjaan yang mudah. Namun, untuk membuat mereka fokus kepada pelajaran perlu upaya lebih. Kita semua sering mengalami perasaan di mana presentasi yang dilakukan guru tidak menarik,” katanya.
Itulah yang membuat Mustafa mendirikan 3Restart, sebuah perusahaan yang fokus menciptakan cara belajar yang efektif melalui permainan. Software dari permainan yang digunakannya bisa mengukur dan menganalisis untuk menentukan pola belajar dan meningkatkan pengalaman belajar.
Mustafa mengatakan, produknya itu bisa memprediksi dengan tepat hal yang paling sering dilupakan anak-anak dalam waktu tertentu. (TechinAsia)
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pesanan Ekspor Lesu, Industri Alas Kaki Nasional Masuk Zona Kontraksi
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?
-
2 Maskara Dazzle Me Wudhu Friendly, Mudah Dihapus Tapi Anti Luntur Cuma Rp30 Ribuan
-
Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif
-
Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual
-
Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri
-
Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
-
Sampah Bandung Disulap Jadi Hidrogen, Pertamina Siapkan Model Energi Masa Depan Indonesia
-
Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi