Suara.com - Maggie Lieu, perempuan Inggris keturunan Cina ini menjadi salah satu calon penghuni Mars. Dia akan berangkat bersama 99 orang lainnya pada 2024.
Maggie bercerita mengetahui dirinya menjadi bagian dari calon penghuni mars, Senin (16/2/2015) lalu setelah Mars One,lembaga swasta yang memimpin proyek ambisius pengiriman manusia ke Mars, mengumumkan 100 orang yang akan dikirim ke Mars. Begitu bangun tidur, Maggie mendapat kabar itu.
"Saya mendapat kabar pukul 6.00, bahwa aku masuk ke dalam hasil final kandidat 100 orang," kata Maggie kepada The Independent. Kata Maggie, kabar itu diberitahu lewat telepon.
Maggie mengatakan setelah terpilih, dia tidak bisa santai. Maggie bahkan banyak membaca buku. Sebab Maggie dan 99 temannya nanti harus terbiasa dengan keadaan di Mars. Mereka juga harus membuat makanan sendiri, mengendalikan oksigen sendiri, bahkan menjaga kesehatan sendiri. Selama 10 tahun ke depan, mereka akan banyak belajar.
"Saya akhirnya akan punya waktu untuk membaca semua buku teks tersebut," katanya.
Perempuan kelahiran tahun 1991 itu adalah mahasiswa PhD jurusan astrofisika dari Universitas Birmingham. Dia adalah calon astronot.
Sejak lama, perempuan berambut pirang itu suka dengan olahraga ekstrem seperti panjat tebing. Namun sisi feminimnya juga masih ada. Dia suka fashion, fotografi dan hobi-hobi lainnya.
Dalam wawancara itu, Maggie sempat membuat ide gila. Dia ingin mempunyai bayi yang lahir di Mars.
"Saya pikir itu akan sangat menarik untuk memiliki anak. Karena akan menjadi penghuni Mars akan menjadi kenyataan. Aku tidak tahu apa ras atau kebangsaan itu? Karena anakku lahir di Mars," jelas dia.
Maggie sadar, belum ada perempuan hamil yang mencicipi alam Mars. Sebab di sana tidak diketahui dampak nol gratifikasi terhadap janin. Terlebih, lanjut Maggie, radiasi di sana sangat tinggi.
"Jadi saya tidak tahu apakah itu akan berhasil," jelasnya.
Namun dia percaya suatu saat seorang perempuan bisa melahirkan di Mars. Terlebih teknologi terus berkembang dengan cepat.
"Teknologi maju begitu cepat. Jadi siapa yang tahu apa yang mungkin menjadi mungkin di kemudian hari," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation