Tekno / Sains
Selasa, 03 Maret 2015 | 09:22 WIB
Planet Ceres, dengan sebuah titik cemerlang di permukaanya, dipotret oleh Satelit Dawn milik NASA (Reuters/NASA).

Suara.com - Sebuah satelit badan antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Jumat (6/3/2015) akan merampungkan perjalanan selama 7,5 tahun ke Ceres, sebuah planet kerdil yang terletak di kawasan sabuk asteroid di antara Planet Mars dan Yupiter, demikian dikatakan para astronom Senin (2/3/2015).

Dawn, nama satelit itu, akan meneliti sebuah asteroid bernama Vesta sebelum menyalakan mesin ion listrik, untuk membawanya lebih dekat ke Ceres, sebuah planet kerdil dengan panjang diameter 970 kilometer.

Dengan ukuran itu Ceres termasuk sangat kecil, karena bulan saja punya diameter 3.480 km.

Satelit tenaga matahari itu sendiri diperkirakan akan masuk ke orbit Ceres pada Jumat petang waktu Indonesia.

"Perjalanan menuju orbit sejauh ini berjalan mulus," kata Robert Mase, Manajer Proyek Dawn di laboratorium keroketan NASA di Pasadena, California, AS.

Para ilmuwan yakin bahwa Ceres terbentuk dari sisa-sisa proses terciptanya tata surya kita di sekitar 4,6 miliar tahun silam. Ceres sendiri dinilai unik oleh para ilmuwan karena sebuah foto yang diperoleh bulan lalu menunjukkan adanya sinar-sinar terang dari permukaan planet tersebut.

Diduga kilatan cahaya itu berasal dari lautan di bawah permukaan Ceres yang kini telah membeku menjadi es. Sebelumnya teleskop antariksa Eropa, Herschel, berhasil mendeteksi uap air di permukaan Ceres.

Dawn sendiri akan menghabiskan waktu 14 bulan untuk meneliti Ceres. (Reuters)

Load More