Suara.com - Sejumlah ilmuwan yang tergabung dalam sebuah ekspedisi Antartika berhasil menemukan sel-sel sperma berusia 50 juta tahun. Ini adalah sperma binatang tertua di dunia, demikian klaim para peneliti yang melaporkan temuannya itu dalam jurnal Biology Letters edisi 15 Juli.
Sel-sel sperma itu ditemukan melekat di dinding sebuah fosil kepompong. Para ilmuwan menduga kepompong berisi sperma itu milik sejenis ulat atau lintah purba dan diciptakan oleh pemiliknya untuk berkembang biak atau kawin.
"Sperma berusia sangat pendek dan sangat rapuh. Karenanya mereka sangat sukar ditemukan dalam bentuk fosil," kata Benjamin Bomfleur, paleontolog dari Swedish Museum of Natural History, yang memimpin penelitian itu.
"Penemuan sperma dalam kepompong di Antartika ini adalah yang tertua yang pernah tercatat dan merupakan temuan yang sangat jarang terjadi," lanjut dia.
Bomfleur mengatakan fosil langka dan uzur itu ditemukan oleh sejumlah ilmuwan saat sedang meneliti sedimen bangkai vertebrata dalam sebuah ekspedisi di Antartika. Mereka lalu memindai kepompong itu menggunakan mikrosokop elektron untuk meneliti permukaan dan partikel di dalamnya.
Tak hanya itu. Untuk mengetahui isi kepompong, mereka menggunakan sinar X berkekuatan tinggi dari perangkat akselerator partikel di Swiss. Hasil pindai dua alat ini menemukan bahw kepompong itu menyembunyikan bakteri dan sel-sel sperma.
Sebelumnya sperma tertua di dunia ditemukan di Baltik. Usia sperma itu sekitar 40 juta tahun. Tetapi sperma itu bukan milik binatang, tetapi milik tumbuhan unik yang masih ditemukan di Skotlandia. Tumbuhan itu diperkirakan mulai berkembang di Bumi sekitar 410 juta tahun silam. (Live Science)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung