Suara.com - Saat membeli perangkat elektronik seperti laptop, ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan terlebih dahulu.
Salah satunya adalah tujuan membeli. Pertimbangan membeli laptop untuk mahasiswa akan sedikit berbeda dengan pekerja.
Pengamat tren anak muda Adityaswara Nuswanda menyebut bahwa notebook di era sekarang ini dianggap penting. Selain untuk mengerjakan tugas, notebook juga berfungsi untul kegiatan lainnya.
"Seperti presentasi, sosialisasi dan mencari sumber untuk menunjang pelajaran tertentu," katanya dalam siaran pers yang diterima Suara.com.
Saat membeli notebook, ada beberapa pertimbangan yang dilakukan. Pertama adalah desain. Desain yang bagus dengan warna cerah dan disukai tentu akan membuat pemilik lebih bersemangat dan bangga saat menggunakannya.
Selanjutnya adalah prosesor. Otak dari notebook ini juga harus mumpuni untuk bisa multitasking dalam mengerjakan beberapa pekerjaan.
Spesifikasi memori sesuai kebutuhan. Saat menjadi mahasiswa, kemampuan menyimpan dalam laptop patut dipertimbangkan. File-file selama perkuliahan, e-book, tugas dan dokumen penting lainnya harus 'muat' tanpa mengganggu kinerja notebook atau laptop.
Sistem operasi pre installed juga harus diperhatikan. Akan sulit jika sistem operasi harus dibeli terpisah dengan perangkat.
Sistem operasi yang dipilih pun harus asli. Ini demi menghindari kerusakan perangkat lunak pada notebook.
Sistem operasi pun juga harus mampu mendukung segala aplikasi yang dibutuhkan saat kuliah atau sekolah. Jangan sampai ada aplikasi penting yang tidak bisa dipakai.
Setelah seluruh aspek tersebut selesai, pilih produk yang memberikan layanan purnajual yang mudah dengan jaringan service yang banyak dan tidak menyulitkan pemilik saat notebook ngambek.
Terakhir adalah bujet atau batasan uang yang akan digunakan untuk membeli. Sekarang ini, pilihan notebook dan laptop semakin banyak dengan pilihan harga yang beragam. Sehingga konsumen harus jeli menerapkan pertimbangan yang sudah dijabarkan sebelumnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik