Suara.com - Twitter baru-baru ini telah mengirimkan surat kepada beberapa penggunanya, yang berisi peringatan bahwa akun mereka telah diretas oleh "aktor-aktor yang disponsori negara."
Peringatan ini, yang dikirim via email, merupakan kebijakan baru bagi Twitter. Sebelumnya Twitter melalui sebuah laporan tahunan, hanya menjelaskan jumlah permintaan informasi dari pemerintah di setiap negara.
Salah satu pengguna Twitter yang menerima pemberitahuan itu adalah Coldhak, sebuah organisasi nirlaba di Kanada.
"Kami yakin bahwa aktor-aktor ini (yang diduga berhubungan dengan pemerintah) mencoba untuk mencuri beberapa informasi seperti alamat email, IP, dan/atau nomor telepon Anda," demikian bunyi surat dari Twitter yang diterima oleh Coldhak.
"Sampai saat ini, kami belum mempunyai bukti bahwa mereka berhasil mencuri informasi dari akun Anda, tetapi kami terus secara aktif menyelidiki hal ini. Kami berharap kami bisa berbagi informasi dengan Anda, tapi saat ini kami belum memiliki informasi lagi," isi email itu lebih lanjut.
Belum diketahui berapa akun atau pihak yang menerima surat peringatan dari Twitter itu.
Sejauh ini ada beberapa negara yang diketahui aktif meretas akun media sosial di dunia. Amerika Serikat, Cina, dan Korea Utara adalah beberapa negara yang diketahui memiliki program untuk meretas, membajak, dan menguping pembicaraan pengguna internet di email maupun media sosial. (BBC)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar