Suara.com - Twitter baru-baru ini telah mengirimkan surat kepada beberapa penggunanya, yang berisi peringatan bahwa akun mereka telah diretas oleh "aktor-aktor yang disponsori negara."
Peringatan ini, yang dikirim via email, merupakan kebijakan baru bagi Twitter. Sebelumnya Twitter melalui sebuah laporan tahunan, hanya menjelaskan jumlah permintaan informasi dari pemerintah di setiap negara.
Salah satu pengguna Twitter yang menerima pemberitahuan itu adalah Coldhak, sebuah organisasi nirlaba di Kanada.
"Kami yakin bahwa aktor-aktor ini (yang diduga berhubungan dengan pemerintah) mencoba untuk mencuri beberapa informasi seperti alamat email, IP, dan/atau nomor telepon Anda," demikian bunyi surat dari Twitter yang diterima oleh Coldhak.
"Sampai saat ini, kami belum mempunyai bukti bahwa mereka berhasil mencuri informasi dari akun Anda, tetapi kami terus secara aktif menyelidiki hal ini. Kami berharap kami bisa berbagi informasi dengan Anda, tapi saat ini kami belum memiliki informasi lagi," isi email itu lebih lanjut.
Belum diketahui berapa akun atau pihak yang menerima surat peringatan dari Twitter itu.
Sejauh ini ada beberapa negara yang diketahui aktif meretas akun media sosial di dunia. Amerika Serikat, Cina, dan Korea Utara adalah beberapa negara yang diketahui memiliki program untuk meretas, membajak, dan menguping pembicaraan pengguna internet di email maupun media sosial. (BBC)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah