Mengalahkan Konfigurasi Atom
Sejak sistem Deep Blue ciptaan IBM mengalahkan grand master catur Gary Kasparov dalam laga bersejarah mereka pada 1997, para ilmuwan AI diam-diam terus mendesain robot yang bisa lebih cerdas dari manusia.
Pada 2014 lalu sistem Watson dari IBM berhasil mengalahkan Ken Jennings dalam permainan Jeopardy!. Pada 2015 kemarin sebuah komputer bernama Claudio berhasil menguras uang para penjudi kartu poker di sebuah kasino di Pittsburgh, Amerika Serikat.
Tetapi berbeda dari catur, Jeopardy!, atau poker, permainan Go adalah yang paling sukar dipelajari. Ini adalah permainan strategi yang diciptakan di Cina sekitar 2.500 tahun lalu. Permainan ini memiliki aturan sederhana, tetapi yang juga bisa membuat terlena.
Dalam permainan itu dua pemain menggunakan bidak-bidak berwarna putih dan hitam, mirip catur. Bedanya, dalam permainan ini tujuannya adalah untuk menguasai wilayah paling besar atau lebih dari 50 persen permukaan papan yang dibagi dalam kotak-kotak kecil.
Aturannya sederhana. Bidak-bidak putih, misalnya, harus terus saling berhubungan dalam sebuah garis agar tetap hidup. Jika terpisah atau berhasil dipisahkan oleh bidak hitam milik lawan, maka bidak itu mati.
Tetapi di balik aturan sederhana ini, terletak kerumitan luar biasa. Master dalam permainan ini bisa menghabiskan hidupnya untuk mempelajari rangkaian langkah, merancang strategi, mengembangkan kemampuan untuk menganalisis papan go, dan bisa mengetahui dengan cepat bidak mana yang masih hidup, mati, atau sudah "sekarat".
"Ini mungkin permainan yang paling rumit yang pernah diciptakan oleh manusia," kata Demis Hassabis, pakar ilmu komputer dari Google DeepMind.
Ia mengatakan bahwa Go memiliki konfigurasi yang lebih banyak ketimbang atom-atom dalam alam semesta.
Selanjutnya: Mesin Berinsting
Berita Terkait
-
Amazon dan AWS Libatkan Lebih dari 400 Siswi Kenalkan AI, Coding, dan Gaming
-
Jaga Keamanan Piala Dunia 2026, Meksiko Kerahkan Robot Anjing Atasi Perusuh
-
Menkomdigi Siapkan Regulasi Lindungi Karya Pers dari Kecerdasan AI
-
Real or AI: Krisis Nalar Kritis Kala Konten AI di Media Sosial Kian Nyata
-
Masa Depan Perburuhan di Tengah Otomatisasi dan AI
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
-
Servis Elektronik Kini Bisa Dipantau Real Time Cukup dari Platform
-
Caviar iPhone 17 Pro Valentine Edition Rilis: iPhone Termahal 2026 Berlapis Berlian
-
Kenapa HP Muncul Iklan Terus? Ini 3 Rekomendasi Ponsel Bebas Iklan!
-
Bigmo Anak Siapa? Ferry Irwandi Panen Kritik Usai Undang Anak Koruptor ke Podcast
-
4 Game Baru Sega Siap Rilis hingga Maret 2027, Ini Bocorannya
-
67 Kode Redeem FF Terbaru 15 Februari 2026: Sikat Skin Angelic, Time Skipper, dan Diamond
-
7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
-
Cari HP Rp1 Jutaan yang Bagus untuk Main Game? Ini 7 Pilihan yang Bisa Jadi Andalan
-
POCO X8 Pro Max Lolos Sertifikasi IMDA dan TKDN, Bersiap ke Pasar Asia Tenggara