- Amazon dan Prestasi Junior Indonesia mengedukasi lebih dari 400 siswi SD hingga SMA di Karawang dan Bekasi mengenai literasi teknologi berbasis AI.
- Program ini bertujuan mengatasi kesenjangan keterampilan digital yang dihadapi 57% bisnis akibat pesatnya adopsi Kecerdasan Buatan.
- Inisiatif ini mendorong perempuan muda melihat teknologi sebagai pilihan karier, mematahkan stereotip gender di sektor yang didominasi laki-laki.
Suara.com - Di tengah lonjakan adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia menggencarkan inisiatif literasi teknologi bagi pelajar perempuan.
Lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi terlibat dalam program edukasi teknologi yang untuk pertama kalinya di Indonesia menjangkau jenjang SD hingga SMA.
Langkah ini dinilai strategis di saat transformasi digital berbasis AI bergerak sangat cepat, sementara kesenjangan keterampilan digital masih menjadi tantangan besar.
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya menyiapkan talenta masa depan.
“Di Kementerian Komunikasi dan Digital, target kami pada tahun 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital. Angka tersebut masih belum cukup, dan kami akan meningkatkan target menjadi 12 juta pada 2030. Saya percaya kita perlu mendorong perempuan muda untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita,” ujarnya.
Dia menambahkan teknologi merupakan sumber pemberdayaan yang kuat, bukan hanya bagi perempuan muda, tetapi juga bagi keluarga, komunitas, dan pada akhirnya bagi bangsa.
AI Tumbuh Pesat, Kesenjangan Skill Masih Tinggi
Urgensi program ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan terbaru Amazon Web Services (AWS) bersama Strand Partners, lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia atau sekitar 28 persen telah mengadopsi AI, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 47 persen pada 2025.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, 57 persen bisnis di Indonesia masih menghadapi kesenjangan keterampilan digital. Artinya, percepatan adopsi teknologi belum sepenuhnya diimbangi kesiapan sumber daya manusia.
Baca Juga: Dokumen Digital Jadi Senjata Baru Penipuan, Privy dan Komdigi Dorong Budaya Verifikasi
Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS, Winu Adiarto, menegaskan pentingnya membangun fondasi sejak usia sekolah.
“Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI, dan kami mengadaptasi program tahun ini untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sembari memperluas cakupan ke siswi SD. Tujuan kami adalah untuk memicu minat dan membangun rasa percaya diri sejak dini,” jelasnya.
Dari AI hingga Game Development
Program ini menghadirkan sesi inspiratif dan lokakarya berbasis proyek, mulai dari pengenalan AI dan coding dasar, hingga pengembangan game serta robotika untuk pemula.
Dua figur perempuan di industri teknologi turut berbagi pengalaman, yakni Cecilia Astrid Maharani, VP Data & AI di Mekari, serta Riris Marpaung, CEO & Founder GameChanger Studio dan Co-Founder Indonesia Women in Game.
Cecilia menyoroti rendahnya representasi perempuan di sektor teknologi.
Berita Terkait
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
-
Menkomdigi Siapkan Regulasi Lindungi Karya Pers dari Kecerdasan AI
-
Era Baru Streaming: Akses Konten Premium Langsung dari Layanan Internet
-
Waspada Kesenjangan Digital! BINUS Tegaskan Teknologi Harus Jadi Milik Rakyat, Bukan Elit Saja
-
Teknologi Sinematik Membawa Pengalaman Walk-Through Virtual Pertama ke Indonesia
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?