Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menilai bahwa riset dan pengembangan (development) hasil kerja para peneliti Indonesia belum dihargai bangsa sendiri. Hal itu menurutnya setidaknya terbukti dari kecilnya anggaran pemerintah dan swasta untuk mengapresiasi penelitian anak negeri.
"Riset dan pengembangan hasil riset peneliti Indonesia masih belum dihargai bangsa sendiri. Hasilnya, penelitian yang strategis itu dibeli oleh negara lain," kata Khofifah, ketika menjadi pembicara utama dalam wisuda ke-85 Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu (3/4/2016).
Mensos mengatakan, dana riset dan pengembangan di Indonesia belum sampai 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang membutuhkan dana sekitar Rp110 triliun. Tepatnya, dana riset di Indonesia hanya mencapai 0,08 persen.
Khofifah mengatakan, penghargaan terhadap hasil riset tidak hanya mengandalkan dana APBN, tetapi dibutuhkan peran serta sektor swasta. Dia membandingkan bahwa Cina, Malaysia, maupun beberapa negara lain misalnya, mewajibkan sektor privat menyediakan anggaran tertentu untuk penguatan penelitian.
"Sektor privat masih terus kami dorong, karena mereka yang bisa memberikan perbaikan dari seluruh produk-produk kita ketika berkompetisi di lini mana pun. Kondisi ini berbeda jauh dari capaian Pemerintah Malaysia yang sudah mengalokasikan dana riset 5 persen dari PDB yang tidak hanya dari pemerintah, namun juga banyak perusahaan," tuturnya.
Menurut Khofifah, sekitar 16 tahun lalu, Cina sudah mencapai 10 persen pendapatan dari produk hasil penelitian dan pengembangan anak negerinya. Sementara, dia sering menemukan banyak elemen bangsa ini belum siap berkompetisi, dan ketika produk penelitian ditawarkan ke instansi tidak ada respons.
Mensos mengungkapkan, produk riset itu akhirnya dibeli luar negeri, karena penghargaan Indonesia pada keilmuan, sains murni maupun terapan, masih belum ada, sehingga riset belum menjadi referensi berbagai kebijakan. Makanya menurutnya, seluruh kementerian, lembaga, maupun sektor swasta, harus didorong memberi apresiasi terhadap produk keilmuan.
Lebih jauh, Mensos menyinggung soal Trans Pacific Partnership Agreement (TPPA) yang pada prinsipnya lebih luas lagi dibandingkan dengan MEA. Indonesia menurutnya, harus berpikir bagaimana menjadi bagian penguatan dari seluruh proses interaksi yang tidak hanya melingkupi ASEAN.
"Hal ini mengharuskan bangsa Indonesia melakukan persiapan terus-menerus. Tidak hanya secara kualitas sumber daya manusia (SDM), namun dari investasi yang masuk. Kita harus berpikir bagaimana menjadi bagian penguatan dari seluruh proses interaksi, tidak hanya (di) lingkup ASEAN maupun Pasifik, melainkan ke tingkat global," tandasnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
5 HP RAM 12 GB Paling Murah, Performa Top untuk Pemakaian Lama
-
5 Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan, RAM Lega Cocok untuk Produktivitas
-
Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok
-
Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh
-
Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo
-
Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI
-
Indosat Gandeng NVIDIA, Gaspol AI Nasional
-
28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta
-
27 Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2026: Intip Emote Sepeda Ninja dan Jadwal Lelang Evo Eclipse